Satu alat berat sedang mengerjakan perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan sawah rusak ringan yang terdampak bencana di Kecamatan Ranah Batahan. Saat ini pekerjaannya telah dimulai di ditargetkan selesai tepat waktu. ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat.
Pasaman Barat Pacu Perbaikan Sawah Terdampak Bencana
Silvana Febiari • 30 April 2026 18:05
Pasaman Barat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), memacu pengerjaan perbaikan infrastruktur lahan pertanian, khususnya sawah yang terdampak bencana alam. Perbaikan tersebut difokuskan pada dua kecamatan.
"Pengerjaannya sudah dimulai dan hingga kemarin progres pengerjaannya sudah 26 persen," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026.
Ia mengatakan pengerjaan yang telah dimulai berada di Kecamatan Ranah Batahan seluas 95 hektare (ha) atau di lima kelompok tani. Lalu di Kecamatan Talamau seluas 77 hektare atau di tiga kelompok tani.
Pengerjaannya berupa pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan). "Kegiatan yang sudah dimulai dengan swakelola itu untuk pengerjaan sawah rusak ringan seluas 172 hektare di dua kecamatan itu," ucapnya.
Pemkab terus memacu pengerjaan lahan pertanian yang terdampak bencana alam tersebut sesuai instruksi Menteri Pertanian. Optimalisasi dilakukan pada lahan seluas 172 hektare dengan biaya Rp5.500.000 per hektare, sehingga total anggaran mencapai Rp998.460.000.
Selanjutnya, dilakukan pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan nonrawa (reguler) seluas 754 hektare. Dengan biaya Rp5.500.000 per hektare, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp4.188.470.000.
"Kemudian pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (Dam Parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000," jelasnya.
.jpg)
Seorang warga Aia Gadang Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat menggendong anaknya melintasi genangan air luapan Sungai Batang Pasaman, Kamis, 27 April 2026. ANTARA/Altas Maulana
Pemerintah pusat juga telah memastikan sekitar Rp6,14 miliar turun ke Pasaman Barat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura. Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan ke kelompok tani yang terdampak.
Dari anggaran yang diperoleh itu Rp6,14 miliar atau Rp6.416.800.000 akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan (oplah) terdampak bencana (rusak ringan).
Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak karena hantaman banjir dan lumpur. Pemkab Pasaman Barat telah mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.
Usulan tersebut mencakup bantuan rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare. Selain itu, juga terdapat rehabilitasi sawah rusak berat seluas 50 hektare, pembangunan lima unit dam parit, serta rehabilitasi 20 unit jaringan irigasi tersier.