Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026) ANTARA/HO-Badan Geologi
Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi di NTT Meningkat, Status Masih Waspada
Lukman Diah Sari • 4 May 2026 20:00
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Terutama peningkatan pada gempa Vulkanik Dalam yang menunjukkan adanya suplai magma dari kedalaman.
“Jumlah gempa Vulkanik Dalam meningkat menjadi 21 hingga 32 kejadian per hari dibandingkan sebelumnya yang berkisar 5-10 kejadian,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria Senin, 4 Mei 2026, melansir Antara.
Badan Geologi melaporkan, selain itu aktivitas kegempaan lain seperti tremor non-harmonik masih terekam dalam jumlah cukup tinggi meskipun cenderung menurun. Pada awal Mei juga tercatat enam kejadian gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo besar (overscale).
.jpg)
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, pada Jumat dini hari, 17 Oktober 2025. (Magma Indonesia)
Lana menambahkan bahwa data tiltmeter menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan pada salah satu stasiun pengamatan di bagian utara tubuh gunung, yang mengindikasikan akumulasi tekanan di kedalaman dangkal.
Kondisi tersebut, menurut dia menunjukkan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada tahap awal pengisian ulang tekanan, yang berpotensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus meningkat dan bergerak ke permukaan.
Status Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Waspada
Namun tingkat aktivitas gunung tersebut masih ditetapkan pada Level II atau Waspada. Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi serta tetap mengikuti arahan pemerintah daerah.Selain itu masyarakat di wilayah rawan bencana juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat, terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti di wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, hingga Nurabelen. Abu vulkanik juga disebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan apabila sebarannya mencapai jalur pesawat atau area bandara.
Badan Geologi, atas kondisi tersebut mengimbau pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut.