Dinkes Cirebon Masifkan Vaksinasi di Zona KLB Campak

Ilustrasi campak. (Freepik)

Dinkes Cirebon Masifkan Vaksinasi di Zona KLB Campak

Silvana Febiari • 30 April 2026 19:36

Cirebon: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memasifkan vaksinasi massal untuk menekan lonjakan kasus campak. Upaya ini difokuskan di empat kecamatan yang telah ditetapkan sebagai zona Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan vaksinasi massal melalui program catch up campaign (CUC). Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan.

“Capaian vaksinasi CUC saat ini sudah mencapai 95 persen, dan ini menjadi modal penting untuk membentuk kekebalan kelompok,” ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026. 
 


Program tersebut, kata dia, bertujuan mengejar ketertinggalan imunisasi dasar sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap penularan campak di masyarakat.

Ia mengatakan langkah intervensi difokuskan pada wilayah dengan kasus tertinggi agar penyebaran tidak meluas. Misalnya, empat kecamatan zona KLB yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin, dan Greged.

Pihaknya mencatat hingga minggu ke-15 tahun 2026, di Kecamatan Greged dan Ciwaringin masing-masing ditemukan 33 kasus suspek. Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh dan sembilan kasus yang terkonfirmasi positif.

“Untuk Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspek dengan dua kasus positif, sedangkan Kecamatan Sumber terdapat 24 kasus suspek dengan lima kasus positif,” ungkapnya.

Eni menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan kematian akibat campak di Kabupaten Cirebon. Namun, pemantauan tetap dilakukan secara ketat.


Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.


Selain itu, Dinkes telah menyiapkan program Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar kelompok usia lebih luas. Mulai dari sembilan bulan hingga 13 tahun.

Ia menambahkan, terdapat tujuh kecamatan lain di Cirebon yang akan melaksanakan ORI sebagai langkah antisipasi. Langkah ini diambil mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta capaian imunisasi campak-rubella yang masih di bawah 80 persen dalam lima tahun terakhir.

“Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal. ORI ini menjadi langkah lanjutan agar penularan bisa ditekan semaksimal mungkin,” ucap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)