Dinkes Cimahi Tegaskan Imunisasi Efektif Cegah Campak

Tampak depan Puskesmas Cimahi Utara yang menjadi salah satu tempat vaksin campak di Kota Cimahi, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha

Dinkes Cimahi Tegaskan Imunisasi Efektif Cegah Campak

Silvana Febiari • 27 April 2026 10:59

Cimahi: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Jawa Barat menegaskan imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit campak di tengah peningkatan jumlah kasus yang tercatat sepanjang April 2026. Apalagi, mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif belum pernah mendapatkan imunisasi campak.

"Imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak, karena vaksin dapat menambah kekebalan tubuh anak," ujar Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati, dilansir dari Antara, Senin, 27 April 2026. 

Mulyati menjelaskan jadwal imunisasi dasar diberikan saat bayi berusia sembilan bulan, dilanjutkan booster pada usia 18 bulan. Selanjutnya, anak-anak usia 5–7 tahun menerima imunisasi melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
 


Ia menambahkan layanan imunisasi dapat diakses di rumah sakit, puskesmas, klinik hingga bidan mandiri. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Cimahi pada 2025 telah mencapai lebih dari 95 persen.

Ia memastikan seluruh pasien yang terdata telah membaik. Tidak ada laporan kasus kematian akibat penyakit tersebut.

Selain imunisasi, masyarakat diminta menerapkan etika batuk dan bersin serta rutin mencuci tangan. Anak-anak juga sebaiknya dijauhkan dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam untuk menekan risiko penularan.

"Jadi tutup mulut saat batuk dan sering mencuci tangan, menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam," katanya.


Ilustrasi campak. Foto: Freepik.com


Sementara itu, pihaknya menyebut hingga pertengahan April tercatat 237 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, 28 orang dikonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Ada kenaikan memang kasusnya. Awal April itu 155 kasus suspek dan 16 positif. Sekarang sudah 237 kasus suspek dan 28 itu positif. Kebanyakan anak-anak," ungkapnya.

Merespons hal tersebut, Dinkes Kota Cimahi meningkatkan skrining dan penyelidikan epidemiologi. Edukasi kepada masyarakat dilakukan melalui rumah ibadah, pengajian, dan komunitas untuk memperkuat kewaspadaan terhadap penyebaran campak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)