Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. ANTARA/HO-Kemenko PM
Menko Muhaimin: Lulusan Sekolah Rakyat Harus Jadi Agen Pemberdayaan
Achmad Zulfikar Fazli • 29 April 2026 11:54
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong para lulusan Sekolah Rakyat agar menjadi agen-agen pemberdayaan. Dia memastikan para siswa di Sekolah Rakyat akan diberikan akses dan fasilitas yang memadai.
"Lulusan Sekolah Rakyat harus menjadi agen pemberdayaan, di mana siswa yang berbakat akan terus diberi akses yang memadai. Siswa yang memiliki kapasitas untuk menjadi ilmuwan juga tersalurkan dengan baik, yang mengambil profesi-profesi tertentu juga disiapkan dengan sempurna," kata Menko Muhaimin dalam acara bertajuk "Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan", di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 29 April 2026.
Dia mengatakan selama satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat perkembangannya cepat dan sangat efektif dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Oleh karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi harapan utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Tanah Air.
"Sekolah Rakyat telah berjalan hampir satu tahun dan mencetak prestasi-prestasi yang luar biasa, sehingga Sekolah Rakyat ini bisa menjadi harapan dari penanggulangan kemiskinan di tanah air. Sekolah Rakyat adalah inisiatif langsung Bapak Presiden dan benar-benar menjadi visi untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan secara cepat langsung dan tepat sasaran," kata Muhaimin.
Baca Juga:
Mensos: 3 Bulan ke Depan Seluruh Sekolah Rakyat Ditargetkan Terakreditasi |
.jpg)
Ilustrasi sekolah rakyat. Dok. MI
Hingga saat ini ada 166 Sekolah Rakyat yang didirikan dan beroperasi di 34 provinsi di Indonesia dengan peserta didik mencapai 14.936.000 anak yang berasal dari keluarga miskin. Fasilitas Sekolah Rakyat dirancang secara holistik, menyediakan pendidikan gratis berbasis asrama dengan fasilitas lengkap untuk mendukung kehidupan dan pembelajaran siswa selama 24 jam.
Sarana utamanya meliputi ruang kelas, asrama siswa/guru, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, tempat ibadah, serta layanan kesehatan.