Festival Indonesia 2026 Digelar di Sungai Han, Hadirkan Kuliner hingga Musik

Festival Indonesia 2026 di Seoul mempererat persahabatan Indonesia-Korea melalui kuliner, budaya, musik, olahraga, dan kolaborasi kreatif. (Kemlu RI)

Festival Indonesia 2026 Digelar di Sungai Han, Hadirkan Kuliner hingga Musik

Willy Haryono • 5 October 2026 22:07

Seoul: Festival Indonesia 2026 mempererat persahabatan Indonesia dan Korea Selatan melalui kuliner, budaya, musik, olahraga, dan kolaborasi kreatif di tepian Sungai Han yang digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Festival yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul di Mulbit Stage, Yeouido Hangang Park, tersebut mengusung tema “Indonesia in Motion: Advancing Partnership for Shared Prosperity."

Masyarakat Korea Selatan, komunitas Indonesia, perwakilan diplomatik, pejabat pemerintah, pelaku usaha, seniman, dan pengunjung internasional hadir untuk mengenal keragaman serta dinamika Indonesia masa kini.

Festival Indonesia 2026 digelar bersamaan dengan Resepsi Diplomatik Indonesia untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta 53 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Korea.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan mengatakan tema Festival Indonesia 2026 mencerminkan transformasi Indonesia sekaligus perkembangan hubungan bilateral kedua negara.

“Tema kita tahun ini adalah Indonesia in Motion: Advancing Partnership for Shared Prosperity. Tema ini menggambarkan perjalanan sebuah negara yang terus bertransformasi, melakukan industrialisasi, berinovasi, dan berinvestasi pada manusianya. Malam ini, tema yang sama juga menggambarkan hubungan Indonesia–Korea. Kemitraan kita juga terus bergerak maju, dari persahabatan menuju kepercayaan strategis, dan menuju masa depan bersama,” kata Dubes Cecep, dalam keterangan di situs Kemlu RI.

Cecep menegaskan peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (Special Comprehensive Strategic Partnership/SCSP) pada 1 April 2026 memberikan mandat untuk menerjemahkan kepercayaan politik menjadi kerja sama konkret dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Korea Bidang Politik Eui-hae Cecilia Chung yang hadir sebagai tamu kehormatan turut menegaskan semangat tersebut.

“Berdasarkan kemitraan strategis khusus yang baru saja ditingkatkan ini, saya yakin kedua negara kita dapat melangkah lebih jauh bersama untuk mewujudkan masa depan yang penuh kemakmuran bersama dan persahabatan yang langgeng,” ujarnya.

Kuliner dan Kreativitas Jadi Ruang Pertemuan

Festival Indonesia mengajak pengunjung mengenal Indonesia melalui kuliner, permainan tradisional, pertunjukan musik dan tari, fesyen, serta industri kreatif. Musik kontemporer, termasuk dangdut, turut memeriahkan acara yang mempertemukan kekayaan warisan budaya dengan perkembangan kreativitas Indonesia.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah “Rasa Kita” atau “Our Taste," sebuah inisiatif diplomasi publik bersama Kementerian Luar Negeri Republik Korea dan KBRI Seoul.

Melalui program tersebut, peserta Indonesia dan Korea mengenal tradisi kuliner satu sama lain sekaligus menciptakan hidangan yang terinspirasi dari kedua budaya. Kuliner menjadi ruang bersama untuk membangun persahabatan antarmasyarakat kedua negara.

Festival juga menghadirkan “Sambal Tteokbokki”, kolaborasi film pendek yang menghubungkan Indonesia dan Korea melalui kuliner, budaya, dan cerita.

Sutradara dan para pemeran berbagi pengalaman serta proses kreatif di balik film tersebut, sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi dapat semakin mendekatkan masyarakat Indonesia dan Korea.

Kemeriahan festival turut diwarnai kehadiran atlet bola voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi, Zayyan dari XODIAC, serta kreator konten Hansol dan Kimbab Family. Dita Karang juga tampil dalam rangkaian acara tersebut.

Partisipasi mereka mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia-Korea melalui olahraga, musik, hiburan, dan media digital.

Rangkaian kegiatan tersebut membuka ruang bagi pengunjung untuk bertemu, bertukar gagasan, serta mengenal masyarakat dan kreativitas yang membentuk Indonesia masa kini.

“Pada akhirnya, kemitraan ini adalah milik masyarakat kita. Masyarakatlah yang memberikan makna yang berkelanjutan bagi kerja sama kita,” tegas Cecep.

Festival Indonesia 2026 menjadi salah satu ruang perjumpaan langsung antarmasyarakat kedua negara. Seiring semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia-Korea, kedekatan masyarakat kedua negara menjadi landasan untuk mengubah cita-cita bersama menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan kesejahteraan bersama.

KBRI Seoul menyelenggarakan kegiatan tersebut bermitra dengan LX International, dengan dukungan Bank Indonesia, JAPFA, Pertamina, AlamTri, KCC Glass, East Java Multipurpose Terminal, LIG, EcoPro, Hyundai, BNI, KMK Group, Star Energy, GK Business Advisory & Strategic Alliances, Pertamina Hulu Energi, Hanwha Ocean, Shinhan Bank, Dongsung Chemical, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Garuda Indonesia, ISOLA Buleleng Coast Wine, Indofood, HANAPIA CO., LTD, Dua Kelinci, dan Mayora.



Baca juga: Indonesia-Korsel Percepat Kemitraan Strategis, Fokus Pertahanan hingga Investasi

(Willy Haryono)