Trump Buka Peluang Bertemu Kim Jong-un saat Kunjungan ke Asia Bulan Depan

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un bersama Presiden AS Donald Trump. (The New York Times)

Trump Buka Peluang Bertemu Kim Jong-un saat Kunjungan ke Asia Bulan Depan

Muhammad Reyhansyah • 13 October 2026 13:31

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat melakukan kunjungan ke Asia pada November.

"Saya mungkin akan bertemu, ya. Itu akan menarik, bukan? Namun, saya memiliki hubungan yang baik dengannya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin, 12 Oktober 2026.

Jika terwujud, pertemuan tersebut berpotensi membuka babak baru dalam upaya Trump menjalin komunikasi langsung dengan Kim. Keduanya pernah menggelar sejumlah pertemuan bersejarah selama masa jabatan pertama Trump, dengan agenda membahas program senjata nuklir Korea Utara.

Melansir TRT World, Trump dijadwalkan mengunjungi Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 16 November. 

Ia kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Shenzhen, Tiongkok, untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada 17–19 November.

Tiga Pertemuan Trump dan Kim

Trump dan Kim pertama kali bertemu pada 12 Juni 2018 dalam KTT Singapura di Hotel Capella, Pulau Sentosa. Pertemuan tersebut menjadi yang pertama antara presiden AS yang sedang menjabat dan pemimpin Korea Utara.

Dalam pertemuan itu, keduanya berjabat tangan, menggelar pembicaraan tertutup, dan menandatangani pernyataan bersama. Dokumen tersebut memuat komitmen untuk mengupayakan denuklirisasi menyeluruh Semenanjung Korea, membangun hubungan baru AS-Korea Utara, serta menciptakan rezim perdamaian yang berkelanjutan.

Pertemuan itu berlangsung setelah kedua negara mengalami peningkatan ketegangan sepanjang 2017, ditandai uji coba rudal dan saling melontarkan ancaman. Washington dan Pyongyang kemudian menyepakati pembicaraan langsung pada awal 2018.

Meski dipandang sebagai terobosan diplomasi personal, KTT Singapura tidak menghasilkan kesepakatan denuklirisasi yang mengikat. Trump dan Kim kemudian bertemu kembali di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019.

Pertemuan kedua tersebut berakhir tanpa kesepakatan setelah keduanya gagal menjembatani perbedaan mengenai pelonggaran sanksi dan program nuklir Korea Utara.

Pada 30 Juni 2019, Trump dan Kim bertemu untuk ketiga kalinya di Zona Demiliterisasi (DMZ), Panmunjom. Dalam pertemuan itu, Trump sempat melangkah ke wilayah Korea Utara, menjadikannya presiden AS pertama yang melakukan hal tersebut saat masih menjabat. Keduanya juga sepakat memulai kembali negosiasi yang sebelumnya terhenti.

Pernyataan terbaru Trump muncul sehari setelah Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Timur.

Militer Korea Selatan mengonfirmasi peluncuran tersebut berasal dari wilayah Pyongyang. Peluncuran itu dinilai berkaitan dengan keberhasilan Korea Selatan menguji kendaraan luncur hipersonik pada pekan sebelumnya.

Baca juga: Trump Tidak Masalah jika Kim Jong-Un Miliki Senjata Nuklir

(Willy Haryono)