Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Menko Infra: Kedaulatan Bangsa Ditopang Infrastruktur dan Ketahanan Kuat
Fachri Audhia Hafiez • 14 October 2026 18:36
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa kedaulatan bangsa harus ditopang oleh fondasi infrastruktur serta ketahanan nasional yang kuat. Terlebih di tengah dinamika global.
"Infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, pelabuhan, bandara, atau bendungan. Infrastruktur adalah instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi kesenjangan wilayah, dan memastikan setiap daerah memiliki kesempatan untuk tumbuh dan maju," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.
Baca Juga :
Menurut AHY, arah pembangunan infrastruktur nasional harus difokuskan untuk meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat konektivitas antarpulau, serta menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar. Termasuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Infrastruktur juga dinilai memegang dimensi strategis yang vital dalam memperkuat daya tawar ekonomi Indonesia di tengah gelombang restrukturisasi rantai pasok global. Dalam kesempatan tersebut, AHY turut menyoroti pentingnya penerapan diplomasi infrastruktur untuk menjalin kemitraan antarnegara, menarik investasi produktif, mendorong transfer teknologi, dan mendongkrak kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
"Diplomasi yang kuat harus didukung kapasitas nasional yang kuat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing bukan hanya agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa," kata AHY.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Dok. Istimewa.
AHY menegaskan, kemandirian Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk rivalitas geopolitik maupun geoekonomi global wajib dibangun dari ketangguhan kekuatan domestik. Seluruh sektor pembangunan, mulai dari infrastruktur, ketahanan pangan, energi, air, hingga pemerataan kewilayahan, ditempatkan secara terpadu sebagai fondasi strategis menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menambahkan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global saat ini, konsep ketahanan nasional tidak lagi bisa dimaknai sebatas kemampuan pertahanan militer semata. Ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan energi, pangan, teknologi, dan sistem logistik global juga berpotensi menjadi sumber kerentanan strategis bagi negara.
"Kedaulatan tidak cukup hanya dijaga melalui kekuatan pertahanan dan diplomasi. Kita juga harus memastikan ketersediaan pangan, energi, air, serta infrastruktur yang mampu menopang kehidupan rakyat dan produktivitas ekonomi nasional," kata AHY.