Ilustrasi banjir. (Metrotvnews.com/Antonio)
Hujan Deras Picu Tanggul Jebol di Cipaganti Bandung, 112 Jiwa Terdampak Banjir
Lukman Diah Sari • 2 November 2026 22:28
Bandung: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan hujan deras memicu banjir lantaran tanggul jebol di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Minggu, 1 November 2026, pukul 19.00 WIB. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kota Bandung, kejadian tersebut berdampak pada 112 jiwa.
"Sebanyak tujuh jiwa mengungsi dan 34 unit rumah terdampak. Luas area terdampak dilaporkan sekitar tiga kilometer persegi," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Senin, 2 November 2026.
"Meski demikian, potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai," pesan Berton.
Waspadai Potensi Bencana
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan. Pada masa peralihan musim, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat dan angin kencang.Menghadapi potensi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan sekitar tanggul untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Masyarakat perlu segera menjauhi lokasi berbahaya dan mengikuti arahan evakuasi BPBD maupun petugas di lapangan apabila kondisi mengancam keselamatan.

Kondisi jalan saat terguyur hujan di salah satu jalur wisata di Kabupaten Bandung saat libur Lebaran 2026. ANTARA/Ilham Nugraha
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru. Warga diminta menghindari alur sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar, khususnya ketika hujan turun di kawasan hulu.
Untuk memperoleh perkembangan informasi kebencanaan, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BNPB dan BPBD setempat. Laporan kejadian bencana juga dapat disampaikan melalui layanan darurat BNPB di nomor 117.