Mendag Budi Santoso dalam gelaran TEI 2026 di Tangerang. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
TEI Hari Pertama Catat Kontrak Ekspor USD13,2 Miliar
Husen Miftahudin • 15 October 2026 17:35
Tangerang: Nilai kontrak transaksi ekspor Indonesia mencapai USD13,2 miliar melalui penandatanganan 168 nota kesepahaman (MOU) antara eksportir dan importir dari 22 negara. Capaian tersebut terjadi pada hari pertama penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, capaian transaksi TEI sebesar USD17,5 miliar dari persiapan dan pendekatan bisnis yang dilakukan pemerintah bersama para pelaku usaha sejak setahun sebelumnya. Upaya tersebut mencakup kegiatan business matching untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
"Kemarin sore sekitar pukul 4, kita sudah melakukan penandatanganan MoU sebanyak 168 antara eksportir dan importir dari 22 negara. Jadi, kita dengan ekspor ini sudah bekerja setahun sebelumnya. Kita mempunyai perwakilan perdagangan di negara-negara yang ada, ada perdagangan, ekonomi, industri, produksi, di 33 negara, jumlahnya 45," ucap Budi dalam acara Penandatanganan MoU dan Seremoni Pelepasan Ekspor Olahan Kopi Nestlé di Tangerang, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, capaian transaksi TEI sebesar USD17,5 miliar dari persiapan dan pendekatan bisnis yang dilakukan pemerintah bersama para pelaku usaha sejak setahun sebelumnya. Upaya tersebut mencakup kegiatan business matching untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.
"Kemarin sore sekitar pukul 4, kita sudah melakukan penandatanganan MoU sebanyak 168 antara eksportir dan importir dari 22 negara. Jadi, kita dengan ekspor ini sudah bekerja setahun sebelumnya. Kita mempunyai perwakilan perdagangan di negara-negara yang ada, ada perdagangan, ekonomi, industri, produksi, di 33 negara, jumlahnya 45," ucap Budi dalam acara Penandatanganan MoU dan Seremoni Pelepasan Ekspor Olahan Kopi Nestlé di Tangerang, Kamis, 15 Oktober 2026.
(Ilustrasi pameran Trade Expo Indonesia. Foto: dok MI)
Pendekatan bisnis jadi kunci transaksi ekspor
Budi menjelaskan, pemerintah telah melakukan pendekatan bisnis dengan calon mitra bisnis di luar negeri sebelum produk-produk Indonesia ditampilkan dalam pameran. Melalui kegiatan business matching, eksportir dan importir dapat saling mengenal, termasuk mengetahui produk yang ditawarkan dan peluang kerja sama yang bisa dikembangkan.
Dengan persiapan tersebut, pertemuan antara eksportir dan importir selama pameran tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang terjadinya kesepakatan bisnis. Para calon pembeli dapat melihat langsung produk yang ditawarkan sekaligus melanjutkan komunikasi yang telah dibangun sebelumnya.
Selain mempertemukan eksportir dan importir dari 22 negara, pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk memperluas akses pasar produk Indonesia. Salah satunya melalui kerja sama antara pemerintah dan Astra dalam mendukung pengembangan ekspor UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan bahwa telah dilakukan penandatanganan 10 MOU antara UMKM dan Astra dengan nilai mencapai Rp69 miliar untuk kerja sama dengan berbagai negara. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan UMKM dalam kegiatan ekspor sekaligus membuka akses terhadap pasar internasional. (Tiaranissa Juliansyah)