2 Relawan Kebakaran Bromo Alami Luka Bakar, Dirawat di RSUD Soetomo

Personel Polres Probolinggo bantu padamkan karhutla di Blok Pengol Bromo yang berada di kawasan TNBTS, Jumat (11/9/2026). ANTARA/HO-Polres Probolinggo

2 Relawan Kebakaran Bromo Alami Luka Bakar, Dirawat di RSUD Soetomo

Lukman Diah Sari • 16 October 2026 12:24

Surabaya: Sebanyak dua relawan pemadam, yakni Munawi dan Suraji, mengalami luka bakar serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasionla Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kini keduanya masih dalam perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, menyebut kedua pasien rujukan dari RSUD Tongas Probolinggo tersebut tiba secara bergelombang pada Kamis malam, 15 Oktober 2026.

“Pasien pertama diterima di IGD pukul 20.45 WIB. Sudah dilaksanakan operasi sejak dini hari dan hingga saat ini masih berlangsung,” ungkap Niken di Surabaya, Jumat, 16 Oktober 2026, melansir Antara.

Sementara itu, pasien kedua yang tiba tak lama berselang kini masih dalam tahap pemantauan medis secara ketat sebelum mendapatkan tindakan bedah.

“Pasien kedua diterima pukul 21.36 WIB. Rencananya akan dioperasi, saat ini masih observasi di ruang resusitasi (RES),” imbuhnya.

Insiden nahas ini terjadi saat korban berupaya mengendalikan api di area Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, pada Kamis siang, 15 Oktober 2026.

Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS. Dokumentasi/Polres Malang.


Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan peristiwa bermula saat 12 orang gabungan petugas TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan berangkat memadamkan api sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pada pukul 13.30 WIB, rombongan dilaporkan terjebak di tengah amukan api.

Tim evakuasi yang menyisir lokasi menemukan enam korban. Empat orang di antaranya dinyatakan gugur, sedangkan dua lainnya selamat dengan kondisi kritis.

"Polda Jatim masih mendalami penyebab kebakaran dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kronologi peristiwa tersebut," ujar Jules.

(Lukman Diah Sari)