Kritik Eropa, Iran Sebut Konferensi Keamanan Munich Telah Berubah Jadi 'Sirkus'

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (EPA-EFE)

Kritik Eropa, Iran Sebut Konferensi Keamanan Munich Telah Berubah Jadi 'Sirkus'

Willy Haryono • 15 February 2026 17:03

Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Konferensi Keamanan Munich di Jerman sebagai “Sirkus Munich,” sembari mengkritik kebijakan Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa terhadap Teheran.

“Sedih melihat Konferensi Keamanan Munich yang biasanya serius berubah menjadi ‘Sirkus Munich’ ketika menyangkut Iran,” tulis Araghchi di platform X dan dikutip TRT World, Minggu,15 Feberuari 2026.

Ia mengatakan bahwa “kemunduran ini, dengan penampilan lebih diutamakan daripada substansi, membawa pesan penting,” serta berargumen bahwa Uni Eropa tampak “bingung, berakar pada ketidakmampuan memahami apa yang terjadi di dalam Iran.”

“Secara strategis, Uni Eropa yang tanpa arah telah kehilangan seluruh bobot geopolitiknya di kawasan kami,” tambah Araghchi.

Ia secara khusus menyoroti Jerman, dengan menyatakan bahwa Berlin “memimpin dalam sepenuhnya menyerahkan kebijakan regionalnya kepada Israel.”

‘E3 Tanpa Peran’

Araghchi menggambarkan arah kebijakan Eropa secara lebih luas sebagai “suram,” dan menambahkan bahwa “kelumpuhan dan ketidakrelevanan Uni Eropa/E3 (Inggris, Prancis, dan Jerman) terlihat dalam dinamika pembicaraan saat ini mengenai program nuklir Iran.”

“Dulu menjadi pihak kunci dalam dialog, kini Eropa tidak terlihat,” ujarnya.

Sebaliknya, Araghchi mengatakan mitra regional Iran menjadi “jauh lebih efektif dan membantu dibandingkan E3 yang tanpa daya dan berada di pinggiran.”

Iran tidak diundang dalam pertemuan tahun ini. Penyelenggara menyatakan bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk berinteraksi dengan Teheran menyusul tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa baru-baru ini.

Namun, konferensi tersebut mengundang Reza Pahlavi yang menyebut dirinya sebagai “putra mahkota,” dan memberinya panggung untuk berpidato menyerukan agar AS dan Israel melakukan intervensi terhadap Iran.

Sanksi Terkait Nuklir

Kota Munich di Jerman menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Keamanan Munich edisi ke-62 selama tiga hari yang dimulai Jumat, dengan pengamanan dan pengaturan ketat mencerminkan sensitivitas situasi internasional saat ini.

Pada 29 September, Uni Eropa kembali memberlakukan sanksi terkait nuklir terhadap Iran melalui mekanisme “snapback” yang terkait dengan kesepakatan nuklir 2015.

Langkah tersebut memulihkan berbagai sanksi yang sebelumnya dicabut atau ditangguhkan dalam kerangka Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), termasuk pembatasan pada sektor perbankan, energi, pelayaran, asuransi, dan perdagangan barang sensitif.

Teheran menolak legalitas langkah tersebut, dengan menyatakan bahwa pihak yang menarik diri atau melanggar kesepakatan nuklir tidak memiliki dasar untuk mengaktifkan mekanisme snapback, serta memperingatkan bahwa keputusan itu akan semakin melemahkan upaya diplomasi.

Baca juga:  Iran Siap Pertimbangkan Kompromi Kesepakatan Nuklir Jika AS Cabut Sanksi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)