Pertemuan bilateral Mendag RI Budi Santoso dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil di sela pertemuan BRICS TMM di India. Foto: Biro Humas Kemendag.
RI-Brasil Bahas Pembentukan PTA Indonesia-Mercosur, Apa Itu?
Husen Miftahudin • 9 August 2026 10:24
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Indonesia dan Brasil mempertimbangkan pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai langkah awal untuk memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan kawasan Mercosur.
Menurut Budi, skema PTA dapat menjadi langkah pragmatis untuk mendorong peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota Mercosur. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif.
"Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia-Mercosur PTA," ujar Budi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil Márcio Fernando Elias Rosa di Jaipur, India, dikutip dari Antara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Usulan pembentukan Indonesia-Mercosur PTA diajukan sebagai alternatif di tengah belum efektifnya proses negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Mercosur saat ini terdiri atas Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia.
Budi memahami dinamika di antara negara-negara anggota Mercosur, termasuk perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Kondisi tersebut turut memengaruhi perkembangan proses negosiasi Indonesia-Mercosur CEPA.
Karena itu, Indonesia mengusulkan PTA sebagai opsi untuk mendorong kerja sama perdagangan dengan Mercosur secara lebih pragmatis.
Bidik perluasan akses pasar
Budi menilai penguatan hubungan perdagangan Indonesia dan Brasil dapat membuka peluang akses pasar yang lebih luas bagi kedua negara.
Brasil dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Amerika Latin. Di sisi lain, Indonesia dapat menjadi pintu masuk produk Brasil menuju pasar Asia.
"Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing," terangnya.
Menteri Márcio menyambut baik usulan Indonesia dan menyatakan keterbukaan Brasil untuk melanjutkan pembahasan kerja sama Indonesia-Mercosur. Selanjutnya, Brasil akan mempelajari usulan tersebut.

(Pertemuan bilateral Mendag RI Budi Santoso dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil di sela pertemuan BRICS TMM di India. Foto: Biro Humas Kemendag)
Perdagangan RI-Brasil capai USD3,53 miliar
Dari sisi perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia dan Brasil pada Januari-Juni 2026 mencapai USD3,53 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Brasil tercatat sebesar USD1,17 miliar.
Sementara itu, sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD7,00 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia ke Brasil sebesar USD2,21 miliar.
Produk utama ekspor Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani serta nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet dan barang dari karet, serta bahan bakar mineral.
Adapun produk utama yang diimpor Indonesia dari Brasil mencakup ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, kapas, tembakau, serta bijih, kerak, dan abu logam.