Pusat gempa di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu, 5 Agustus 2026. (tangkapan layar/BMKG)
BPBD Jabar Duga Zona Subduksi di Laut Selatan Picu Gempa Pangandaran
Lukman Diah Sari • 6 August 2026 13:13
Bandung: Bencana gempa bumi magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 21.55 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, mengatakan gempa bumi diduga bersumber dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa dengan episenter berada di laut dan kedalaman relatif dangkal.
“Kondisi itu menyebabkan guncangan terasa cukup luas, tetapi dengan intensitas rendah di wilayah daratan,” kata Teten, melansir Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
“Guncangan dengan intensitas III MMI atau dirasakan nyata di dalam rumah dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, seperti Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, dan Solokanjeruk,” ujar Teten.
Namun, dia memastikan belum menemukan laporan kerusakan bangunan akibat gempa bumi yang berpusat di Pangandaran tersebut. Pihaknya masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Hingga laporan sementara ini diterbitkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan,” kata Teten.

Pengunjung berwisata di pesisir pantai barat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (6/7/2025). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
BPBD Jabar telah menginstruksikan BPBD kota/kabupaten yang merasakan dampak guncangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan kemungkinan adanya kerusakan ringan pada bangunan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“BPBD Jabar terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD kabupaten/kota. Apabila ditemukan dampak di lapangan atau terdapat informasi terbaru, laporan akan segera diperbarui dan disampaikan kepada masyarakat,” ujar Teten.