Hewan kurban. Foto: Metro TV/M Iqbal Siddiq
Warga Sumsel Diimbau Tak Beli Hewan Kurban di Pinggir Jalan, Ini Alasannya
Silvana Febiari • 19 May 2026 20:52
Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan meminta masyarakat menghindari pembelian hewan kurban di pinggir jalan menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Masyarakat diimbau untuk memilih lokasi penjualan resmi guna memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
“Kami berharap masyarakat yang ingin berkurban membeli hewan di tempat yang ditentukan atau tempat resmi. Karena kita beribadah, tentu hewan kurban yang dibeli harus memenuhi syarat dan diterima,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan penjualan hewan kurban di lokasi terbuka atau bahu jalan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan hewan karena kondisi pemeliharaan sulit dipantau. Pihaknya tidak dapat memastikan hewan yang dijual di kandang dadakan telah menjalani pemeriksaan kesehatan maupun memiliki izin yang diperlukan.
Selain itu, kondisi pakan, air minum, kebersihan kandang, hingga pengelolaan limbah kotoran hewan di lokasi penjualan terbuka dinilai rentan memicu penyakit pada ternak. “Saya berpikir, maaf bukan menyudutkan orang jualan di pinggir jalan, tapi lebih banyak penyakit yang bisa timbul bagi sapi dan kambing,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Untuk kewenangan penertiban kandang dadakan berada di pemerintah kabupaten dan kota. Meski demikian, pihaknya terus melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pedagang agar tidak berjualan secara terbuka.
Penjualan hewan kurban di jalan utama mulai berkurang setelah dilakukan pengawasan dan imbauan kepada para pedagang. Pemerintah Provinsi Sumsel berharap langkah tersebut dapat menjaga kesehatan hewan kurban sekaligus kenyamanan masyarakat selama momentum Iduladha.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com