Ilustrasi prakiraan cuaca. Foto: BMKG.
Arus Balik Lebaran, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Atalya Puspa • 27 March 2026 07:21
Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan periode arus balik Lebaran Idulfitri 2026 masih diwarnai hujan di berbagai wilayah Indonesia. Dalam sepekan ke depan, 27 Maret hingga 2 April 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu perjalanan.
Berdasarkan analisis BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mendominasi sebagian besar wilayah. Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
“Potensi hujan lebat masih cukup signifikan dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama pada masa arus balik Lebaran,” tulis BMKG dalam keterangan resmi dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 27 Maret 2026.
Pada periode awal, 27–29 Maret 2026, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan. Sementara itu, angin kencang berpeluang melanda Nusa Tenggara Timur dan Papua.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks, mulai dari fenomena La Niña lemah yang meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan, hingga aktifnya gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO). Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia juga turut memberikan dampak tidak langsung terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia.
Di sisi lain, terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif. Labilitas atmosfer yang tinggi di berbagai daerah juga memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.
.jpg)
Ilustrasi cuaca. Foto: Medcom.id.
BMKG mengingatkan kondisi cuaca ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.
Selain itu, hujan lebat yang disertai angin kencang juga berisiko mengganggu kelancaran transportasi darat, laut, dan udara selama arus balik.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, erta melakukan langkah antisipasi dalam perjalanan maupun aktivitas luar ruang.
“Perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, sehingga kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko selama periode arus balik Lebaran,” tulis BMKG.