Penanganan Jangan Terlambat, Kenali Tanda Bahaya Kehamilan

Ilustrasi Pexels

Penanganan Jangan Terlambat, Kenali Tanda Bahaya Kehamilan

Muhamad Marup • 28 March 2026 21:56

Bogor: Kegawatdaruratan pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang bisa mengancam keselamatan ibu dan janin. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Ganot Sumulyo mengatakan kegawatdaruratan pada ibu hamil merupakan kondisi akut yang dapat berujung fatal jika tidak segera ditangani.

"Keterlambatan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan masih menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu," ujar Ganot, melansir situs resim IPB University, Sabtu, 28 Maret 2026.

Karena itu, masyarakat perlu memahami tanda bahaya kehamilan agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Tanda Bahaya pada Ibu Hamil

Ganot menekankan kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil antara lain perdarahan, kejang, hipertensi, hingga infeksi berat.

"Tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan itu nomor satu perdarahan. Di usia kehamilan berapa pun, kalau ada perdarahan harus segera ke rumah sakit," jelasnya.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi komplikasi serius seperti preeklamsia atau infeksi yaitu
  • Sakit kepala hebat disertai pandangan kabur
  • Nyeri perut yang sangat kuat
  • Demam tinggi
  • Sesak napas berat. Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi komplikasi serius seperti preeklamsia atau infeksi

Gerakan janin dapat menjadi indikator kesehatan bayi dalam kandungan. Jika dalam beberapa jam tidak ada gerakan yang dirasakan, ibu hamil sebaiknya segera memeriksakan diri.

Ilustrasi Freepik


Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan Rutin

Untuk mencegah kegawatdaruratan, Ganot menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin atau antenatal care (ANC). Kementerian Kesehatan menganjurkan minimal enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan.

Dia juga mengingatkan bahwa risiko komplikasi tidak selalu berakhir setelah persalinan. Masa nifas hingga 42 hari setelah melahirkan tetap memerlukan pemantauan karena masih berisiko mengalami komplikasi.

"Kenali tanda bahaya sejak dini dan jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Dukungan keluarga juga sangat penting agar ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan aman," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)