Lokasi terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo/BPBD Kab. Malang.
Medan Curam Hambat Pemadaman Kebakaran Hutan di Bromo
Daviq Umar Al Faruq • 5 August 2026 11:01
Malang: Upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih berlangsung hingga hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026. Petugas menghadapi medan ekstrem di lereng Kaldera Tengger sehingga proses penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan kebakaran pertama kali terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman sesaat setelah menerima laporan adanya kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
"Kami sudah melakukan upaya pemadaman terkait kejadian tersebut sejak tanggal 3 Agustus 2026, segera setelah mendapatkan informasi dengan melibatkan beberapa unsur terkait," kata Bambang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Bambang menjelaskan proses pemadaman belum dapat dilakukan secara cepat karena lokasi kebakaran berada di lereng curam Kaldera Tengger. Kondisi tersebut membuat setiap langkah penanganan harus diperhitungkan secara matang agar tidak membahayakan petugas.
"Sampai saat ini kami masih terus berupaya mengingat medan kejadian kebakaran ini sangat berat, yaitu terjadi di lereng Kaldera Tengger sehingga butuh upaya yang maksimal untuk dapat melakukan upaya pemadaman," beber Bambang.
Menurut Bambang, keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam operasi pemadaman, terutama karena kebakaran terjadi pada malam hari. Oleh sebab itu, petugas tidak memaksakan pemadaman apabila kondisi lapangan dinilai berisiko tinggi.
"Fokus kami terhadap upaya pemadaman sejak tadi malam adalah keselamatan petugas dan seluruh unsur yang membantu. Jadi, prinsip dari upaya pemadaman ini adalah keselamatan seluruh personel dan bukan prinsip segera memadamkan tanpa melihat kondisi dan waktu, karena kebakaran ini terjadi pada malam hari sehingga kami harus sangat berhati-hati dalam melakukan upaya pemadaman," jelas Bambang.
.jpg)
Lokasi terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo/BPBD Kab. Malang.
Hingga kini, Balai Besar TNBTS belum merilis luas kawasan yang terdampak kebakaran. Penghitungan masih dilakukan karena seluruh sumber daya difokuskan untuk mengendalikan api terlebih dahulu.
"Untuk luasan kebakaran, saat ini kami masih melakukan proses penghitungan luasan. Namun, tetap kami sampaikan bahwa saat ini petugas hanya fokus dulu terhadap upaya pemadaman, sehingga untuk informasi luas area yang terbakar akan kami informasikan lebih lanjut," tegas Bambang.
Sebagai langkah mitigasi, Balai Besar TNBTS menutup kunjungan wisata melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, sejak Senin, 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB. Wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke kawasan Kaldera Tengger diarahkan menggunakan pintu masuk Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, atau Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo.
"Untuk para pengunjung yang sudah terlanjur melakukan rencana kunjungan wisata di area Gunung Bromo, khususnya di Kaldera Tengger, dapat melakukan kunjungan melalui pintu masuk Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dan juga pintu masuk Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo," ungkap Bambang. Balai Besar TNBTS juga meminta seluruh wisatawan, masyarakat, dan pelaku jasa wisata mematuhi pembatasan yang telah diberlakukan. Pengunjung diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan selama berada di kawasan taman nasional.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung dalam melakukan aktivitas wisatanya dan juga masyarakat serta pelaku jasa wisata untuk tetap mematuhi batasan kunjungan yang sudah ditetapkan, dan juga tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran hutan," urai Bambang.
Bantuan penanganan kebakaran terus bertambah dengan bergabungnya personel BPBD Kabupaten Probolinggo dan BPBD Provinsi Jawa Timur. Balai Besar TNBTS berharap dukungan lintas instansi dan masyarakat dapat mempercepat pengendalian api tanpa mengorbankan keselamatan petugas di lapangan.
"Kami juga memohon dukungan kepada seluruh masyarakat. Mudah-mudahan upaya pemadaman ini dapat berjalan dengan lancar, petugas yang melaksanakan dari berbagai unsur yang terlibat diberikan keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," jelas Bambang.