30 Sapi di Ngawi Terinfeksi PMK

Ilustrasi hewan ternak. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

30 Sapi di Ngawi Terinfeksi PMK

Media Indonesia • 27 January 2026 17:01

Ngawi: Peternak sapi di Jawa Timur diimbau meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan 30 ekor sapi di Kabupaten Ngawi positif terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meski demikian, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyatakan situasi di lapangan masih terkendali.

“Tim Pemprov Jatim sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta pendataan agar tidak menyebar,” kata Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani di Surabaya, Selasa, 27 Januari 2026 dikutip Media Indonesia.

Kasus tersebut tersebar di 10 kecamatan dan 15 desa di Kabupaten Ngawi. Indyah memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten terus dilakukan. Untuk mengantisipasi perluasan, vaksin akan segera didistribusikan ke sejumlah daerah besok Rabu, 28 Januari 2026.

“Ini untuk mengantisipasi agar tidak meluas,” ujarnya.
 


Secara terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim, Iswahyudi, mengakui adanya lonjakan kasus PMK di awal tahun 2026. Peningkatan ini secara epidemiologi dipicu oleh pergantian musim dari kemarau ke penghujan dengan intensitas tinggi, yang menurunkan kondisi kesehatan ternak.

“Secara nasional ada peningkatan kasus PMK di Januari. Sekitar 10 provinsi melaporkan kondisi serupa,” jelas Iswahyudi.


Suasana pasar hewan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Metro TV

Meski terjadi lonjakan, Iswahyudi menegaskan status Provinsi Jawa Timur tetap “bebas PMK”. Istilah ini berarti potensi virus ada, tetapi sebarannya dapat dikendalikan melalui vaksinasi rutin.

“Indonesia dan Jawa Timur bebas PMK dalam arti terkendali. Vaksinasi terus kita lakukan secara berkelanjutan untuk sapi, kambing, kerbau, dan babi setiap enam bulan,” katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)