Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. ANTARA/Boyke Ledy Watra
Efisiensi Anggaran, Pemprov Bengkulu Kaji WFA 100 Persen ASN
Whisnu Mardiansyah • 29 January 2026 11:33
Bengkulu: Pemerintah Provinsi Bengkulu sedang mengkaji opsi penerapan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) hingga 100 persen. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya efisiensi untuk menekan biaya operasional rutin pemerintahan daerah.
"Kita diberi saran untuk WFA 100 persen, artinya tidak ada pegawai yang masuk ke kantor. Ini sedang kita kaji, terbuka untuk opsi itu," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni di Bengkulu, Kamis, 29 Januari 2026.
Kebijakan ini berbeda dengan skema yang berlaku saat ini, di mana sekitar 25 persen pegawai masih masuk kantor. Herwan menjelaskan, selama kantor beroperasi secara fisik, biaya seperti listrik, air, dan internet tetap harus dikeluarkan.
“Ketika seluruh pegawai bekerja dari rumah atau lokasi lain secara penuh, potensi penghematan anggaran akan lebih besar. Kantor tidak perlu dioperasikan harian sehingga penggunaan listrik, air, serta fasilitas penunjang lainnya dapat ditekan,” ujarnya.
Kajian WFA 100 persen masih pada tahap awal. Pemprov akan mengevaluasi efektivitas kebijakan WFA 75 persen yang baru berjalan satu bulan sebelum memutuskan lebih lanjut.
“Ini baru bulan perdana 25 persen berkantor, nanti dua atau tiga bulan akan terlihat apakah ini bermanfaat dalam mengurangi pengeluaran biaya rutin,” jelas Herwan.
.jpg)
Ilustrasi Medcom.id
Ia menegaskan, penerapan WFA penuh harus mempertimbangkan produktivitas dan kinerja aparatur, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik. Pegawai yang WFA juga harus siap ditugaskan atau berkantor kapan saja sesuai kebutuhan.
Selain efisiensi anggaran, WFA dinilai dapat mendorong pola kerja lebih fleksibel di lingkungan birokrasi. Pemprov akan memastikan sistem pengawasan dan pelaporan kinerja tetap optimal sebelum menetapkan kebijakan WFA secara penuh.