Publik Diminta Tak Berspekulasi soal Insiden Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500. (ATR)

Publik Diminta Tak Berspekulasi soal Insiden Pesawat ATR 42-500

Putri Purnama Sari • 28 January 2026 17:46

Jakarta: Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang terjadi pada 17 Januari 2026. IPI turut menyampaikan doa dan simpati kepada seluruh awak dan penumpang pesawat, serta kepada seluruh personel yang tengah menjalankan tugas pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) di lapangan.

Sebagai member Association dari International Federation of Air Line Pilots’ Associations (IFALPA), IPI berkomitmen menjunjung tinggi etika profesi, dengan tidak menyampaikan spekulasi, opini, maupun analisis pribadi dalam bentuk apa pun terkait insiden tersebut.

“Ikatan Pilot Indonesia berpegang teguh pada etika profesi untuk tidak menyampaikan spekulasi, opini, maupun analisis pribadi dalam bentuk apa pun," kta Ketua IPI Muammar Reza Nugraha dalam siaran pers yang dikutip Rabu, 28 Januari 2026.

IPI juga mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, agar menahan diri dari berbagai spekulasi serta menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung. Menurut IPI, penarikan kesimpulan berdasarkan informasi awal yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Ikatan Pilot Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dari segala bentuk spekulasi, menghormati proses investigasi agar dapat berjalan secara proporsional, serta tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi awal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.
 

IPI menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mendukung sepenuhnya upaya pencarian dan pertolongan. Sekaligus, memberikan perhatian dan empati kepada keluarga korban selama proses investigasi berlangsung.


Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Istimewa.

Reza mendukung penuh Badan SAR Nasional (Basarnas) beserta seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, KNKT, AirNav Indonesia, operator penerbangan, serta instansi lainnya yang terlibat dalam penanganan kejadian ini.

“IPI menyatakan dukungan penuh kepada BASARNAS beserta seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI, Polri, KNKT, AirNav Indonesia, operator penerbangan, serta instansi terkait lainnya, yang saat ini tengah bekerja secara maksimal, terkoordinasi, dan profesional," tambah Reza.

IPI siap memberikan dukungan teknis dan profesional kepada otoritas investigasi keselamatan penerbangan, sesuai dengan kewenangan dan permintaan resmi yang diberikan. IPI mengimbau tidak dilakukan pengungkapan dini terhadap detail, data, maupun rekaman yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Publikasi prematur dinilai berpotensi menimbulkan spekulasi, kesalahpahaman, serta kesimpulan awal yang tidak utuh, sehingga dapat mengganggu upaya peningkatan keselamatan penerbangan.

IPI menegaskan bahwa investigasi teknis harus dilaksanakan secara menyeluruh, independen, dan profesional, dengan berpedoman penuh pada ketentuan ICAO Annex 13.

Dalam hal komunikasi publik, Ikatan Pilot Indonesia menerapkan Prinsip Satu Sumber Suara (Single Source of Official Communication). Setiap pernyataan atau komentar yang mengatasnamakan IPI di luar pernyataan resmi organisasi bukan merupakan sikap resmi dan berada di luar tanggung jawab IPI.

Terakhir, IPI mengajak seluruh rekan pilot untuk tetap menjunjung profesionalisme dalam menjalankan tugas di tengah situasi ini, seraya berharap keselamatan dan kekuatan senantiasa menyertai seluruh insan penerbangan.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)