Pangkep: Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel). Tangis haru tak terbendung di Posko Induk Operasi SAR Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, usai memastikan seluruh jenazah korban berhasil ditemukan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengumumkan penemuan korban terakhir pada pukul 09.13 WITA. Dalam pernyataannya, ia sempat terbata-bata menahan haru saat menyampaikan kabar tersebut.
Keberhasilan operasi SAR ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, para relawan, hingga berbagai unsur masyarakat.
Sebelumnya, paket korban kesembilan ditemukan pada pukul 05.55 WITA. Meski proses evakuasi masih berlangsung, tim SAR memastikan seluruh korban telah teridentifikasi di lokasi pencarian.
Resmi ditutup
Operasi pencarian korban
jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, resmi
ditutup. Keputusan ini diambil usai rapat evaluasi operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan penutupan operasi SAR setelah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat.
"Saya selaku Kepala Badan SAR Nasional sekaligus SAR Coordinator menyatakan operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat secara resmi saya nyatakan selesai," katanya di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Meski operasi pencarian utama ditutup, Syafii menegaskan bahwa operasi kesiapsiagaan masih akan terus berlanjut di bawah Basarnas Makassar. Kesiapsiagaan ini khususnya untuk menanggapi laporan masyarakat jika ada temuan sisa body pack di lokasi kejadian.
"Sekecil apa pun temuan
body pack, menjadi kewajiban Basarnas untuk melaksanakan evakuasi," ujarnya.
Body pack yang ditemukan masyarakat dan dievakuasi nantinya akan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi. Saat ditanya mengenai jangka waktu operasi siaga, Syafii memastikan tidak ada batasan waktu. Penemuan body pack bisa terjadi dalam waktu yang tidak terduga.
"Tidak ada jenjang waktu, pokoknya Basarnas akan siap siaga tanpa ruang dan waktu," tegasnya.