Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 di Karanganyar Menunggu Kepastian Identifikasi

Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 dari Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Istimewa.

Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 di Karanganyar Menunggu Kepastian Identifikasi

Triawati Prihatsari • 23 January 2026 23:45

Solo: Keluarga salah satu korban Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Makassar masih menunggu kabar pasti terkait identifikasi jenazah. Meski Tim SAR resmi menutup pencarian karena seluruh korban telah dievakuasi, keluarga korban bernama Hariadi memilih menunggu pemberitahuan resmi dari tim Disaster Victim Identification (DVI).

"Keluarga masih menunggu kepastian. Ada adiknya yang di Makassar, dan belum memberi kabar. Maka belum bisa memastikan karena belum jelas, belum keluar nama-namanya korban," ujar Ketua RT 03 RW 08 Jati, Jaten, Karanganyar, Rudy Hermawan, yang menjadi juru bicara pihak keluarga, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Hariadi, warga Jati, Jaten, Karanganyar, merupakan Petugas Operasional Penerbangan yang menjadi salah satu korban pesawat tersebut. Menurut Rudy, hingga saat ini pihak keluarga belum melakukan persiapan pemakaman, menunggu konfirmasi resmi identitas jenazah. Namun, selama tiga hari terakhir, keluarga mengadakan acara doa bersama untuk korban Hariadi.

"(Persiapan pemakaman) Belum, kata saudaranya yang di Makassar belum bisa mengabarkan karena nama-namanya belum keluar resmi. Kalau dari keluarga, memang tiga hari terakhir mengadakan doa bersama," imbuh Rudy.

Ia menambahkan, kondisi istri korban Hariadi dalam keadaan lebih baik. "Dicek dari Polres kemarin kondisi (istri korban) baik. Sudah biasa," ungkap Rudy.
 


Sebelumnya, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menunjukkan perkembangan signifikan. Tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan 10 korban di lokasi operasi yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi hingga Jumat, 23 Januari 2026.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan temuan tersebut berdasarkan laporan terkini dari tim SAR gabungan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Informasi terbaru menyebutkan total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan,” kata Andi Sultan di Kota Makassar.


Penyerahan kotak hitam pesawat ATR 42-500 dari Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kamis (22/1). (MI/LN)

Ia mengungkapkan, hingga saat itu dua korban telah diberangkatkan dari Posko Tompobulu, Kabupaten Pangkep, menggunakan helikopter dan telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada Jumat pagi.

“Dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi,” jelasnya.

Andi Sultan menambahkan, upaya percepatan evakuasi terus dilakukan dengan dukungan tambahan personel. Sejumlah tim dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari, dan Basarnas Palu telah bergabung untuk memperkuat proses evakuasi.

Ia menyebutkan, penemuan korban terus bertambah dalam beberapa jam terakhir. “Pukul 09.06 Wita paket 9 telah ditemukan, dan pukul 09.10 Wita paket 10 telah ditemukan, dan sementara dalam proses evakuasi,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)