Wabah Virus Nipah Muncul di Benggala Barat, India Klaim Situasi Terkendali

Ilustrasi: Medcom.id

Wabah Virus Nipah Muncul di Benggala Barat, India Klaim Situasi Terkendali

Fajar Nugraha • 29 January 2026 20:10

Mumbai: Otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus positif virus Nipah yang mematikan di negara bagian Benggala Barat. Meski demikian, Kementerian Kesehatan India memastikan telah melakukan langkah isolasi cepat guna mencegah penyebaran yang lebih luas sejak laporan pertama muncul pada Desember lalu.

Laporan ini sekaligus mengklarifikasi spekulasi sebelumnya yang menyebutkan adanya lima kasus infeksi. Pemerintah menyatakan bahwa pengawasan ketat, uji laboratorium, dan investigasi lapangan telah dilakukan secara menyeluruh.

Kementerian Kesehatan India mengatakan, dalam pernyataan resminya pada Selasa, 27 Januari, bahwa situasi saat ini berada dalam pemantauan ketat dan semua tindakan kesehatan masyarakat yang diperlukan telah diterapkan.

Pemerintah India melaporkan telah melacak sebanyak 196 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien terinfeksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh kontak tersebut dinyatakan negatif. Upaya deteksi dini ini dinilai berhasil meredam potensi wabah di wilayah yang secara historis pernah mengalami serangan virus serupa.

Virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang menular dari hewan ke manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini sangat berbahaya karena belum memiliki vaksin dan memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Gejala infeksi Nipah meliputi demam tinggi, muntah, dan infeksi saluran pernapasan. Pada kasus yang parah, pasien dapat mengalami kejang hingga peradangan otak (ensefalitis) yang berujung pada koma. Kelelawar buah telah diidentifikasi sebagai pembawa alami virus ini dan menjadi penyebab utama berbagai wabah yang terjadi.

Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 di kalangan peternak babi di Malaysia. Di India sendiri, Benggala Barat menjadi lokasi wabah pertama pada tahun 2001.

Sebelumnya, negara bagian Kerala juga mencatat kematian akibat Nipah sebanyak 17 jiwa pada 2018 dan dua jiwa pada 2023. Pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada namun tidak panik mengingat prosedur karantina telah diperketat.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)