Ilustrasi: Freepik
Perjalanan Virus Nipah Masuk ke Dalam Tubuh
M. Iqbal Al Machmudi • 29 January 2026 23:03
Jakarta: Virus Nipah ditularkan melalui hewan (zoonotik) yang memengaruhi semua umur, dengan median antara 17 dan 27 tahun, sekalipun kasus berat bisa mencakup rentang 0,5–75 tahun lebih.
Walaupun anak jarang terinfeksi, banyak kasus ditemukan pada dewasa muda yang secara ekonomi masih produktif, terutama laki-laki (61–74%) di bidang pertanian atau orang yang merawat keluarga yang sakit.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, menjelaskan perjalanan virus nipah yang masuk ke dalam tubuh dimulai dari dalam darah.
"Kemudian dari darah akan menyeber ke lokasi yang ia senangi yaitu di sistem saraf dan saluran napas. Jika virus tersebut mempengaruhi sistem saraf pusat maka kesadaran mulai berubah mungkin tidak sadar atau bisa mengalami kejang," kata Dominicus dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 29 Januari 2026.
Jika virus tersebut pindah dari saluran cerna dan masuk ke paru-paru atau saluran napas yang lain penderita juga bisa mengalami sesak. Namun virus tersebut pasti melalui darah dan melalui beberapa organ lain apabila tubuh tidak berhasil untuk mencegahnya.
Gejala yang timbul apabila seseorang terpapar virus nipah antara lain demam, nyeri kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri saat menelan.
Selanjutnya bisa diikuti yang lebih serius seperti mabuk, kesadaran berubah, ensefalitis akut (radang otak), pneumonia, penyakit pernafasan yang berat, hingga kejang.
Baca Juga:
Ahli: Penyebaran Virus Nipah Tidak Cepat Covid-19, Tapi Tetap Harus Waspada! |
Untuk kelompok rentan, Virus Nipah akan sangat berbahaya yang menyebabkan kematian. "Tetapi kita tahu bahwa semua komorbid, kalau orang-orang lansia diabetes penyakit paru obstruktif menaun, apalagi kalau yang lebih berat kayak kanker atau yang memengaruhi kekebalan seperti HIV, bisa menjadi malapetaka," ungkap dia.
Sedangkan pada anak, Virus Nipah juga sangat berbahaya terutama pada anak dengan penyakit jantung bawaan atau anak-anak dengan kelainan ginjal.
"Itulah yang berisiko untuk mengalami karena kondisi secara umum daya tahan tubuhnya tidak sebaik anak-anak lain," ujar dia.