Kemenkes Konfirmasi Belum Ada Kasus Nipah di Indonesia

Gedung Kemenkes. Foto: Medcom.id.

Kemenkes Konfirmasi Belum Ada Kasus Nipah di Indonesia

M. Iqbal Al Machmudi • 27 January 2026 15:41

Jakarta: Virus Nipah tengah mewabah di India. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan hingga saat ini belum ada laporan kasus Nipah di Indonesia.

"Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 27 Januari 2026.

Widyawati menyampaikan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan Nipah di Tanah Air. Seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain, baik melalui kanal resmi atau media monitoring.

Kemenkes juga membuat notifikasi terkini atau disease alert terkait kejadian penyakit virus Nipah di India pada kanal https://infeksiemerging.kemkes.go.id. Pergerakan orang dan barang dari India atau negara terpapar Nipah juga dipantau ketat.

"Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang secara langsung maupun tidak langsung dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus penyakit virus Nipah," ungkap Widyawati.

Setiap pelaku perjalanan yang kembali ke Indonesia dari luar negeri wajib melapor pada aplikasi All Indonesia. Hal itu harus dilakukan untuk menjaring pelaku perjalanan yang mengalami gejala dan berasal dari negara terjangkit, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan/anamnesis lebih lanjut.

Kemudian meningkatkan pemantauan dan deteksi dini serta melaporkan kasus sesuai pedoman melalui laporan Event based surveillance Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) atau PHEOC dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES).

Meningkatkan pengamatan dan penemuan kasus di wilayah melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di Rumah Sakit.

Ilustrasi virus. Foto: Medcom.id.

Menyebarluaskan media KIE (FAQ, poster, dan pedoman terkait penyakit virus Nipah) yang dapat diakses pada kanal infeksi emerging kemkes.

Pemerintah juga akan melakukan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap seseorang yang mengalami gejala  mengarah ke pemyakit virus Nipah dan memenuhi salah satu faktor risiko seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir atau memiliki riwayat kontak atau konsumsi dengan hewan terinfeksi konsumsi nira atau aren mentah.

Berdasarkan pemantauan situasi di global dan WHO, hingga per 23 Januari 2026 telah dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India dan belum ada laporan kematian. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)