Antisipasi Virus Nipah Masuk Indonesia, Bandara Soetta Perketat Pengawasan

Suasana penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Dokumentasi/Istimewa

Antisipasi Virus Nipah Masuk Indonesia, Bandara Soetta Perketat Pengawasan

Hendrik Simorangkir • 27 January 2026 15:30

Tangerang: Bandara Internasional Soekarno-Hatta mewaspadai penularan virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar buah, monyet, dan babi dengan meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang masuk dari luar negeri. Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah untuk mewaspadai tiap penyakit yang masuk ke Indonesia.

"Kami melakukan deklarasi kesehatan kepada penumpang melalui aplikasi All Indonesia. Di dalam aplikasi itu, penumpang sebelum tiba di Indonesia diminta untuk isi salah satunya adalah kesehatan, disitu diisi apakah saat ini penumpang ada gejala ini (virus nipah)," ujar Naning saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Januari 2026.

Usai mengisi aplikasi tersebut, pihaknya bisa mengetahui tiap penumpang yang mengalami gejala penyakit berdasarkan riwayat perjalananya. Khususnya penumpang dari negara-negara yang telah terjangkit virus Nipah.

"Begitu tahu itu, kalau ada dari negara-negara terjangkit, misalnya India, maka kita punya profil pesawat yang direct flight dari India ke Jakarta. Dari situ kita lihat apakah ada orang bergejala atau tidak. Kalau ada, nanti petugas akan naik untuk melakukan boarding," jelas Naning.


Ilustrasi freepik

Selain itu, di tiap pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta telah dipasang alat pemantauan pendeteksi penyakit berupa thermal scanner. Bukan cuma itu, pihaknya juga melakukan observasi visual terhadap pelaku perjalanan yang berasal dari negara terjangkit, serta mendirikan pos kesehatan.

"Kami juga mewaspadai binatang yang masuk dari negara-negara terjangkit, misalnya kera, babi, dan kelelawar. Itu tentunya harus diwaspadai, dan tentunya dilakukan pemeriksaan kesehatan, karena pemeriksaan kesehatan hewannya itu, itu harus dilakukan juga," terang Naning.

Hingga saat ini, kata Naning, belum ditemukan gejala virus Nipah yang masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Namun, potensi risiko untuk terjadi di Indonesia tetap ada, lantaran hewan penularnya di Indonesia.

"Fatality rate 40-70 persen. Belum ada vaksin dan obat. Bila ditemukan penderita, pengobatan diberikan sesuai gejala yang timbul. Masyarakat mewaspadai hewan penular yang tengah terjangkit flu. Makan buah-buahan mentah agar dicuci bersih dan dikupas, bila menemukan buah bekas gigitan kelelawar dan lainnya, agar tidak di makan," ungkap Naning.

Belakangan ini, kekhawatiran atas Virus Nipah meningkat di kawasan Asia Tenggara setelah terjadi laporan kasus di India, terutama di negara bagian West Bengal. Penyakit yang ditularkan oleh kelelawar buah ini menjadi ancaman karena belum adanya obat maupun vaksin khusus untuk mengobatinya.

Saat ini, Thailand dalam status risiko tinggi wabah Virus Nipah. Pemerintah Thailand bahkan memberlakukan pengawasan tambahan terhadap pengunjung dari India dan negara berisiko tinggi, termasuk penyaringan ketat di bandara.

Mengutip laporan dari Bangkok Post, virus ini mampu ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui buah segar atau jus, terutama jus yang terbuat dari kurma segar. Penyakit ini lalu menular dari manusia ke manusia.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui langkah pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menekan risiko penularan virus mematikan ini.

Cara pencegahan Virus Nipah

Berikut beberapa cara pencegahan Virus Nipah yang perlu diketahui dan diterapkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau bepergian ke wilayah terdampak:

1. Gunakan Alat Pelindung Saat Menangani Hewan

Selalu gunakan pakaian pelindung, masker, dan sarung tangan ketika menangani hewan yang sakit atau saat proses penyembelihan. Langkah ini penting untuk mencegah penularan virus dari hewan ke manusia.

2. Cuci Buah dengan Bersih Sebelum Dikonsumsi

Virus Nipah diketahui berasal dari hewan, terutama kelelawar buah. Pastikan semua buah yang akan dikonsumsi dicuci dengan air mengalir hingga bersih untuk menghindari kontaminasi virus.

3. Hindari Mengonsumsi Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Jangan sekali-kali mengonsumsi buah yang terlihat rusak atau memiliki bekas gigitan kelelawar. Sebaiknya buah tersebut langsung dibuang demi menghindari risiko terinfeksi Virus Nipah.
Hindari Kontak Langsung dengan Orang Terinfeksi

Jika berada di wilayah yang terjangkit Virus Nipah, usahakan untuk menghindari kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi atau diduga terinfeksi, karena virus ini juga dapat menular antar manusia. Dengan belum tersedianya obat dan vaksin, kewaspadaan serta penerapan pola hidup bersih dan aman menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran Virus Nipah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)