Sedang Mewabah di Tailan, Kenali Virus Nipah dan Gejalanya

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Sedang Mewabah di Tailan, Kenali Virus Nipah dan Gejalanya

Putri Purnama Sari • 26 January 2026 17:36

Jakarta: Tailan dalam status riskio tinggi wabah virus Nipah yang diduga ditularkan oleh kelelawar. Pengetatan mulai dilakukan di bandara untuk menekan penyebaran virus ini.

Virus ini juga dilaporkan telh menyebar di sejumlah negara Asia Tenggara lain. Indonesia sudah barang tentu harus ikut waspada dan tak boleh menyepelekan virus ini.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan yang terkontaminasi. Dalam kondisi tertentu, virus ini juga dapat menular antar manusia.

Infeksi Virus Nipah tergolong serius karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga peradangan otak atau ensefalitis, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Melansir dari Bangkok Post, ahli virologi Universitas Chulalongkorn, Yong Poovorawan, menyebut Virus Nipah pertama kali terdeteksi pada 1998–1999. Wabah terbesar terjadi di Malaysia sebelum menyebar ke Singapura. Saat itu, tercatat 265 orang terinfeksi, dengan 108 di antaranya meninggal dunia.

Ilustrasi. Metrotvnews.com

Gejala Virus Nipah

Gejala awal Virus Nipah umumnya meliputi:
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual dan muntah
  • Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan, kebingungan, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Pentingnya Kewaspadaan Global

Penerapan skrining di bandara dan perbatasan oleh Tailan menunjukkan pentingnya kewaspadaan global terhadap penyakit menular.

Tingginya mobilitas manusia antarnegara meningkatkan risiko penyebaran penyakit lintas wilayah, sehingga deteksi dini menjadi langkah krusial dalam pencegahan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, menjaga kebersihan diri, serta segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan setelah melakukan perjalanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)