Ilustrasi. Foto: Freepik.
Goldman Sachs Turunkan Peringkat Saham RI Imbas MSCI, Apa Dampaknya?
Andhika Prasetyo • 29 January 2026 17:41
Jakarta: Analis Goldman Sachs Group menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight, seiring meningkatnya kekhawatiran terkait kelayakan investasi (investability) yang disorot oleh MSCI. Goldman Sachs memperingatkan kondisi tersebut berpotensi memicu arus keluar dana asing lebih dari USD13 miliar apabila status pasar Indonesia diturunkan menjadi frontier market.
Dalam skenario ekstrem, Goldman Sachs memperkirakan dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat melepas aset saham Indonesia hingga USD7,8 miliar jika Indonesia dikeluarkan dari kategori pasar negara berkembang. Selain itu, potensi arus keluar tambahan sebesar USD5,6 miliar juga dapat terjadi apabila FTSE Russell melakukan peninjauan ulang terhadap metodologi dan status free float pasar saham Indonesia.
Para analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, menilai potensi penjualan pasif lanjutan tersebut akan menjadi faktor penekan bagi kinerja pasar saham domestik. Mereka menegaskan dinamika ini berisiko menghambat pergerakan pasar dalam jangka menengah, terutama di tengah meningkatnya tekanan volatilitas.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Freepik.
Goldman Sachs menyoroti posisi manajer dana aktif regional
Dalam catatan terpisah, Goldman Sachs juga menyoroti posisi manajer dana aktif regional yang saat ini cenderung overweight di pasar saham Indonesia. Menurut mereka, kombinasi antara potensi penurunan status pasar, meningkatnya tekanan pasar, serta risiko penurunan likuiditas dapat mendorong investor long-only untuk melakukan penyesuaian portofolio secara signifikan.
Kondisi tersebut dinilai turut membuka peluang masuknya aliran spekulatif dari hedge fund, yang berpotensi memperbesar fluktuasi pasar. Goldman Sachs menekankan ketidakpastian terkait status indeks dan persepsi investability akan menjadi faktor kunci yang terus dicermati investor global terhadap pasar saham Indonesia ke depan.
Pada perdagangan IHSG Kamis, 29 Januari 2026 pagi, (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt. Itu dilakukan menyusul penurunan tajam Indeks IHSG yang mencapai delapan persen. Penghentian sementara perdagangan dilakukan pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) sebagai langkah pengamanan pasar.