Ini Pengumuman MSCI yang Bikin 'Heboh' Pasar Saham Indonesia

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Ini Pengumuman MSCI yang Bikin 'Heboh' Pasar Saham Indonesia

Ade Hapsari Lestarini • 29 January 2026 11:26

Jakarta: Pasar saham Indonesia gunjang ganjing setelah Morgan Stanley Capital International atau MSCI mengeluarkan pengumuman terbaru mereka.

MSCI adalah penyedia indeks saham global yang digunakan untuk memantau performa pasar di berbagai negara. Indeks ini kerap dijadikan patokan oleh dana pensiun, reksa dana, dan investor institusi dunia.

Beberapa jenis indeks yang populer antara lain MSCI World yang berisi saham negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Kemudian MSCI Emerging Markets yang berisi saham negara berkembang termasuk Indonesia.

Berikut pernyataan lengkap MSCI terkait proses rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia.

Melansir laman resmi, MSCI telah menyelesaikan konsultasinya mengenai penilaian free float sekuritas Indonesia. Meskipun beberapa pelaku global mendukung penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data referensi tambahan. Hal ini membuat banyak investor menyatakan kekhawatiran yang signifikan tentang ketergantungan pada kategorisasi pemegang saham KSEI.

Meskipun telah ada peningkatan kecil pada data float PT Bursa Efek Indonesia (BEI), investor menyoroti masalah fundamental terkait kemampuan investasi masih berlanjut. Hal ini karena kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat.

Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, diperlukan untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap free float dan kemampuan investasi di seluruh sekuritas Indonesia.


Ilustrasi. Foto: Freepik.
 


Perlakuan sementara untuk Sekuritas Indonesia


Mengingat kekhawatiran di atas, MSCI akan menerapkan pembekuan sementara pada perubahan terkait indeks tertentu untuk sekuritas Indonesia yang dihasilkan dari Tinjauan Indeks (termasuk Tinjauan Indeks Februari 2026) atau peristiwa korporasi, sebagai berikut:
  1. MSCI akan membekukan semua peningkatan pada Faktor Inklusi Asing (FIF) dan Jumlah Saham (NOS).
  2. MSCI tidak akan menerapkan penambahan indeks pada Indeks Pasar Investasi MSCI (IMI).
  3. MSCI tidak akan menerapkan migrasi ke atas di seluruh indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

"Perlakuan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk memberikan peningkatan transparansi yang berarti," tegas mereka dalam pengumumannya.
 

Aksesibilitas dan klasifikasi pasar


Selain itu, jika kemajuan yang tidak memadai dicapai untuk mencapai peningkatan transparansi yang diperlukan pada Mei 2026, MSCI akan menilai kembali status aksesibilitas pasar Indonesia. Tergantung pada konsultasi pasar, hal ini dapat mengakibatkan:
  • Pengurangan bobot dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI untuk semua sekuritas Indonesia.
  • Potensi reklasifikasi Indonesia dari status Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan.

MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut jika diperlukan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)