Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Tuduh Teheran Ingin Pengaruhi Pemilu

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Tuduh Teheran Ingin Pengaruhi Pemilu

Willy Haryono • 12 September 2026 19:04

Dublin: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan perang dengan Iran dapat segera berakhir, seraya menuduh Teheran sengaja memperpanjang konflik untuk memengaruhi hasil pemilu sela di Negeri Paman Sam.

Pernyataan itu disampaikan Trump setelah bertemu Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Irlandia, Sabtu, 12 September 2026.

Saat ditanya kapan perang AS-Iran akan berakhir, Trump menjawab singkat, “Saya pikir segera, dalam waktu dekat.”

Trump kemudian memperkirakan konflik kemungkinan berakhir setelah masa pemilu sela. Ia menuduh Iran berusaha bertahan selama mungkin untuk mempersulit situasi politik di AS.

“Saya pikir itu mungkin akan terjadi tepat setelah masa pemilu,” kata Trump, dikutip dari Anadolu Agency.

Namun, Trump menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sesederhana itu,” ujarnya.

Trump juga memperkirakan harga minyak akan turun tajam setelah perang berakhir. Menurut dia, pemerintah AS sejak awal telah memperkirakan konflik dengan Iran akan mendorong kenaikan harga minyak.

Trump Klaim Houthi Tak Ingin Berperang

Dalam kesempatan tersebut, Trump turut membahas situasi di Laut Merah dan hubungan AS dengan kelompok Houthi di Yaman. Trump mengatakan Houthi telah menghubungi AS dan menyampaikan bahwa kelompok tersebut tidak ingin berkonfrontasi dengan Washington.

“Mereka tidak ingin berperang dengan kami,” kata Trump.

Ia juga mengklaim Houthi kini membiarkan sebagian besar kapal melintas di jalur perairan tersebut.

Trump mengatakan AS telah membangun kendali kuat di kawasan itu melalui blokade laut yang agresif. Ia mengklaim pasukan AS mencegat sekitar 25 kapal setiap hari, sebagian besar pada malam hari.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang masih berlangsung di jalur pelayaran Laut Merah dan kawasan Timur Tengah.

Trump Bela Kebijakan AS di Gaza

Trump juga membela peran pemerintahannya dalam konflik Gaza. Ia menolak kritik bahwa Washington turut memfasilitasi genosida atau pendudukan Israel di Tepi Barat.

Trump mengatakan pemerintahannya telah berupaya mengakhiri konflik sekaligus mendapatkan kembali para sandera yang ditahan di Gaza. “Ketika Anda mengatakan Gaza, Anda tahu kami memadamkan apinya dan mendapatkan semua sandera,” kata Trump.

Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai klaim tersebut dalam pernyataannya di Irlandia.

Pernyataan Trump mengenai berakhirnya perang dengan Iran muncul ketika konflik tersebut masih berdampak terhadap keamanan kawasan Timur Tengah serta pasar energi global.

Baca juga: Perang AS-Iran Uji Kekompakan BRICS di KTT New Delhi India

(Willy Haryono)