Menko AHY: 2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Posko Penanganan Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

Menko AHY: 2.961 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Hendrik Simorangkir • 7 September 2026 17:19

Tangerang: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah melumpuhkan ribuan jadwal penerbangan. Selama tiga hari terakhir, tercatat sebanyak 2.961 penerbangan terdampak langsung.

"Ada 2.961 penerbangan yang terdampak, di antaranya adalah 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional," ujar AHY saat meninjau Posko Penanganan Darurat di Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Posko Penanganan Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

AHY menuturkan, pembatalan massal ini berdampak signifikan terhadap ratusan ribu calon penumpang yang sebelumnya telah memegang tiket keberangkatan.

"Terdapat 341.000 penumpang yang terdampak di bandara-bandara yang harus membatalkan penerbangannya," ungkapnya.

Tujuh Bandara Ditutup Sementara

Menko AHY menjelaskan bahwa saat ini terdapat tujuh bandara yang operasionalnya terpaksa ditutup sementara demi keselamatan jalur udara dari ancaman abu vulkanik. Ketujuh bandara tersebut meliputi:
  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang)
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  3. Bandara Radin Inten II (Lampung)
  4. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Pesisir Barat, Lampung)
  5. Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
  6. Bandara Budiarto (Curug, Tangerang)
  7. Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)

Lima Bandara Alternatif Beroperasi 24 Jam

Guna mengurai penumpukan serta mengelola pesawat yang mengalami pengalihan rute penerbangan (*divert*), pemerintah telah menyiagakan lima bandara alternatif yang terbebas dari ruang udara abu vulkanik.

"Kelima bandara ini disiapkan sejak awal sebagai terminal atau bandara pengalihan, dan beroperasi 24 jam per hari ini," jelas AHY.

Adapun kelima bandara yang disiagakan beroperasi penuh sepanjang hari tersebut adalah:

  1. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka
  2. Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang
  3. Bandara Internasional Adi Soemarmo, Surakarta/Solo
  4. Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo
  5. Bandara Internasional Juanda, Surabaya

(Lukman Diah Sari)