Pemkot Bandung Alihkan Penumpang Bandara Husein ke Kereta dan Whoosh

Suasana di Badara Husein Sastranegara Bandung. (metrotvnews.com/P. Aditya Prakasa)

Pemkot Bandung Alihkan Penumpang Bandara Husein ke Kereta dan Whoosh

P Aditya Prakasa • 7 September 2026 16:25

Bandung: Aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, ditutup sementara hingga Senin pagi, 7 September 2026. Langkah penutupan operasional ini diambil menyusul tingginya paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berisiko fatal terhadap keselamatan penerbangan.

Imbas penutupan tersebut, sebanyak 14 jadwal penerbangan domestik dari dan menuju Bandung terpaksa dibatalkan. Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pagi hari, ribuan calon penumpang sempat memadati loket informasi terminal untuk memastikan kepastian jadwal keberangkatan, sebelum akhirnya diarahkan menggunakan moda transportasi darat.

General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengonfirmasi bahwa seluruh penerbangan yang dibatalkan pada hari ini merupakan rute domestik.

"Ada 14 flight yang dibatalkan, terdiri dari tujuh jadwal keberangkatan dan tujuh jadwal kedatangan. Total calon penumpang yang terdampak tercatat mencapai 1.365 orang," kata Granito di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin, 7 September 2026.

Tujuh rute penerbangan (baik kedatangan maupun keberangkatan) yang terdampak pembatalan tersebut meliputi tujuan:
  • Palembang

  • Kualanamu (Medan)

  • Denpasar

  • Balikpapan

  • Surabaya

  • Pangandaran

  • Halim Perdanakusuma (Jakarta)

Evaluasi Runway dan Pemenuhan Hak Penumpang

Granito menjelaskan, penghentian sementara aktivitas penerbangan ini berpedoman pada penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) dari otoritas navigasi udara yang berlaku hingga pukul 18.00 WIB. Sembari menunggu, pihak bandara membagikan logistik pemulihan (recovery refreshment) berupa air mineral dan makanan ringan kepada penumpang yang terdampak.

Guna memastikan keamanan landasan pacu (runway), petugas terus memantau sebaran debu vulkanik menggunakan metode paper test. Jika hasil uji lapangan menunjukkan hasil negatif, tim teknis akan segera membersihkan runway sebelum operasional dibuka kembali secara bertahap.


 Suasana di Badara Husein Sastranegara Bandung. (metrotvnews.com/P. Aditya Prakasa)

Di tempat terpisah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator transportasi darat guna mengantisipasi lonjakan penumpang bandara. Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat mengalihkan mobilitas warga ke kereta api konvensional maupun Kereta Cepat Whoosh.

"Alhamdulillah semuanya lancar, baik yang menggunakan Whoosh dari Jakarta maupun dari Bandung menuju ke arah timur maupun barat. Jadi, moda kereta api dalam kondisi aman," ucap Farhan.

Menurut Farhan, meski permukaan landasan pacu bandara sudah tampak bersih, partikel abu vulkanik di ruang udara Bandung masih cukup pekat sehingga aktivitas lepas landas dan pendaratan belum diizinkan. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia menegaskan seluruh maskapai telah menyediakan loket pelayanan khusus bagi calon penumpang untuk mengurus penjadwalan ulang (rescheduling) atau pengembalian dana tiket (refund) secara penuh.

"Belum dapat dipastikan (kapan dibuka), tetapi para maskapai sudah memberikan layanan khusus kepada para calon penumpang yang ingin melakukan rescheduling atau melakukan refund dari tiket tersebut," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)