Tarif Ragunan Diusulkan Naik Rp10 Ribu, DPRD DKI: untuk Peningkatan Standar Keamanan

Ilustrasi Taman Margasatwa Ragunan. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Tarif Ragunan Diusulkan Naik Rp10 Ribu, DPRD DKI: untuk Peningkatan Standar Keamanan

Farhan Zhuhri • 5 September 2026 00:34

Jakarta: DPRD DKI Jakarta mengusulkan kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan menjadi Rp10 ribu. Penyesuaian tarif diambil demi meningkatkan fasilitas, standar keamanan, dan layanan di area Ragunan. 

"Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” kata Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya melalui keterangannya, Jumat, 4 September 2026.

Dimaz menyebut, tarif Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak dirasa kurang relevan dengan pendapatan warga Jakarta saat ini. Maka itu, Dimaz mengungkapkan, Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif masuk Ragunan di angka Rp10.000.

Menurutnya, angka Rp10.000 masih rasional dan ramah di kantong jika dibandingkan dengan beberapa destinasi wisata di Jakarta. “Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” ujar dia.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, menilai penyesuaian tarif harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pengelolaan Ragunan. Hal itu menyusul insiden seorang anak terjatuh ke kandang gajah pada Mei lalu. Menurut Kenneth, kejadian tersebut harus menjadi evaluasi untuk memperketat standar keamanan di kawasan satwa.

“Ini menjadi salah satu catatan kami dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” ungkap Kenneth.

Ia mengatakan kenaikan tarif juga harus diarahkan untuk mengurangi beban APBD. Saat ini, sekitar 70 persen kebutuhan operasional Ragunan masih ditanggung pemerintah daerah.

Ia berharap peningkatan pendapatan dapat mendorong Ragunan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang lebih mandiri secara finansial.

“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” tuturnya.

Kenneth juga meminta tambahan pendapatan digunakan untuk kebutuhan vital, mulai dari sanitasi, kebersihan toilet, pemeliharaan kandang, program pemuliaan satwa hingga kesejahteraan pegawai dan petugas teknis.

Menurut dia, pengelolaan satwa juga membutuhkan pembiayaan yang memadai. Salah satunya mendorong skema pertukaran satwa antar kebun binatang untuk mendukung program konservasi dan perkembangbiakan.

“Kondisi satwa harus tetap prima. Bahkan untuk satwa besar seperti gorila jantan yang saat ini belum memiliki pasangan, kita dorong agar ada skema pertukaran satwa antar kebun binatang agar bisa mendapatkan gorila betina,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan tenaga dokter hewan. Saat ini, delapan dokter hewan harus menangani lebih dari 2.200 satwa di Ragunan.

“Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan,” tegas Kenneth.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. Foto: Istimewa.

Kepala Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyanti menyambut baik wacana penyesuaian tarif tersebut. Ia mengatakan pendapatan mandiri Ragunan selama ini masih jauh dari kebutuhan operasional.

“Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen,” jelas Endah.

Endah menegaskan penyesuaian tarif bukan bentuk komersialisasi kawasan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik dan mendukung realisasi masterplan pengembangan Ragunan.

Jika terealisasi, tambahan pendapatan akan difokuskan pada pembenahan fasilitas, pemeliharaan kandang, serta penataan zonasi kawasan. 

Target akhirnya, Ragunan dapat menjadi ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif.

(Siti Yona Hukmana)