Ilustrasi Medcom.id
Bacaan Doa ketika Mimpi Buruk dan Amalan yang Dianjurkan
Putri Purnama Sari • 3 September 2026 04:46
Jakarta: Mimpi buruk kerap kali terjadi pada semua orang dan biasanya membuat seseorang terbangun dalam keadaan takut, cemas, atau tidak nyaman.
Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT ketika mengalami mimpi yang tidak disukai.
Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan ketika seseorang mengalami mimpi buruk. Salah satunya adalah membaca doa untuk memohon perlindungan dari setan dan keburukan mimpi.
Doa ketika Mimpi Buruk

Allaahumma innii a'uudzubika min 'amalisy syaithaani wa sayyi-aatil ahlaami.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan keburukan mimpi.”
Doa tersebut memuat permohonan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dari gangguan setan dan keburukan yang muncul dalam mimpi. Bacaan ini disebut dalam riwayat yang dinukil dalam 'Amal al-Yaum wa al-Lailah karya Ibnu as-Sunni.
Apa yang Dilakukan saat Mimpi Buruk?
Selain membaca doa, terdapat beberapa tuntunan yang dianjurkan ketika seorang Muslim mengalami mimpi buruk.Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi baik berasal dari Allah SWT, sedangkan mimpi buruk berasal dari setan. Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, ia dianjurkan untuk melakukan beberapa hal, yaitu:
1. Meludah kecil ke arah kiri tiga kali
Setelah terbangun karena mimpi buruk, seseorang dianjurkan meludah kecil atau meniup ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali. Yang dimaksud bukan meludah dengan mengeluarkan banyak air liur.
2. Memohon perlindungan kepada Allah SWT
Selanjutnya, umat Muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan mimpi dan gangguan setan. Salah satunya dengan membaca doa:

3. Mengubah posisi tidur
Orang yang mengalami mimpi buruk juga dianjurkan untuk mengubah posisi tidurnya. Tuntunan ini disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
4. Tidak menceritakan mimpi buruk
Mimpi buruk sebaiknya tidak diceritakan kepada orang lain. Hal ini menjadi salah satu adab yang diajarkan dalam hadis mengenai cara menyikapi mimpi yang tidak disukai.
5. Salat jika masih merasa terganggu
Jika setelah terbangun seseorang masih merasa takut atau tidak tenang, ia dapat bangun dan melakukan salat. Dalam sejumlah riwayat, hal tersebut juga termasuk anjuran ketika mengalami mimpi yang tidak disukai.