Kantor WHO di Jenewa. (Xinhua)
WHO Minta Publik Tenang usai Kematian Tiga Orang akibat Dugaan Hantavirus
Muhammad Reyhansyah • 5 May 2026 09:36
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta publik tetap tenang usai dugaan wabah hantavirus telah menewaskan tiga orang dan membuat tiga lainnya jatuh sakit di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik.
WHO mengatakan risiko kesehatan terkait dugaan hantavirus ini relatif rendah bagi masyarakat luas.
Badan kesehatan PBB itu sebelumnya telah mengonfirmasi satu kasus hantavirus, penyakit yang ditularkan hewan pengerat dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang mengancam jiwa di kapal pesiar Belanda tersebut, sementara lima kasus lain masih berstatus dugaan.
Mengutip kantor berita Politico, Selasa, 5 Mei 2026, operator kapal pesiar Belanda Oceanwide Expeditions mengatakan satu penumpang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Johannesburg, sementara dua awak kapal di atas kapal memerlukan penanganan medis mendesak.
Media Inggris mengidentifikasi salah satu pasien yang sakit sebagai warga negara Inggris berusia 69 tahun, sedangkan dua dari tiga korban meninggal disebut sebagai pasangan asal Belanda.
Kapal pesiar itu berangkat dari Argentina tiga pekan lalu menuju Kepulauan Canary, namun kini berada di lepas pantai Cabo Verde, Afrika Barat, menurut WHO.
"Lembaga kami bertindak dengan segera dan bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung perawatan medis, evakuasi, investigasi, serta penilaian risiko kesehatan masyarakat," ujar Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Henri P. Kluge.
Tidak Perlu Panik
Meski demikian, Kluge menegaskan risiko bagi publik secara lebih luas tetap rendah. “Tidak perlu panik atau memberlakukan pembatasan perjalanan,” katanya.Hantavirus umumnya tertular setelah seseorang bersentuhan dengan kotoran atau urine hewan pengerat yang terinfeksi, dan hanya dalam kasus yang sangat jarang dapat menular antarmanusia.
Kementerian Luar Negeri Belanda dalam pernyataannya mengatakan sedang meninjau “kemungkinan evakuasi medis bagi beberapa penumpang.”
Namun untuk saat ini, tanggung jawab atas “perawatan langsung” para penumpang masih berada di tangan pemilik kapal.
Baca juga: Heboh Wabah Hantavirus, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya