Iran Balas Serangan Kapal Perang AS Usai Tanker Teheran jadi Target

Iran balas serangan kapal perang Amerika Serikat. Foto: Anadolu

Iran Balas Serangan Kapal Perang AS Usai Tanker Teheran jadi Target

Fajar Nugraha • 8 May 2026 05:55

Teheran: Militer Iran mengatakan pihaknya membalas serangan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) setelah pasukan AS menargetkan sebuah kapal tanker minyak di perairan teritorial Iran.

Ini menjadi sebuah eskalasi besar yang semakin memperketat gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menambahkan pada hari Kamis bahwa AS juga melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan udara di daerah sipil, termasuk Pulau Qeshm, "bekerja sama dengan beberapa negara regional", tanpa menyebutkan negara-negara tersebut.

"Agresor Amerika, teroris dan tentara bandit, yang melanggar gencatan senjata, menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat 8 Mei 2026.

Pernyataan itu juga mengklaim bahwa tanggapan Iran menyebabkan "kerusakan signifikan" pada kapal-kapal AS.

“Amerika Serikat yang kriminal dan agresor beserta negara-negara pendukungnya harus tahu bahwa Republik Islam Iran, sekuat seperti di masa lalu, akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresi tanpa ragu sedikit pun,” kata militer Iran.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan, pasukan Iran menggunakan “berbagai jenis rudal balistik dan rudal jelajah anti-kapal serta drone perusak dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi” sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh AS.

Namun Komando Pusat (CENTCOM) militer AS mengatakan pihaknya “mencegat serangan Iran yang tidak beralasan” dan merespons dengan “serangan pertahanan diri”.

“Tidak ada aset AS yang terkena serangan,” kata pihak CENTCOM.

CENTCOM menambahkan bahwa pihaknya “tidak mencari eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika”.

Bentrokan tersebut merupakan respons militer Iran pertama terhadap blokade AS terhadap pelabuhan negara itu. Selama beberapa minggu terakhir, militer AS telah menyita beberapa kapal Iran dan memerintahkan puluhan kapal lainnya untuk berbalik arah.

Pengepungan angkatan laut telah menjadi ujung tombak kampanye tekanan Trump terhadap Iran sejak gencatan senjata diberlakukan bulan lalu.

Beberapa media berita yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di pelabuhan Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan kota pesisir selatan Minab.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga mengutip sumber senior yang mengatakan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang oleh Iran dan melarikan diri menuju Teluk Oman.

Bentrokan tersebut terjadi di tengah laporan bahwa Washington dan Teheran sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakhiri perang.

Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump memerintahkan operasi untuk menembus blokade Iran di Hormuz, yang menyebabkan peningkatan ketegangan yang mendorong gencatan senjata ke ambang kehancuran.

Pada hari Senin, AS mengatakan telah menembak jatuh tujuh drone kecil Iran, dan Iran memperbarui serangan drone dan rudalnya terhadap Uni Emirat Arab.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)