Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (EPA-EFE)
Iran Tegaskan Dialog dengan AS untuk Pertahankan Hak, Bukan Bentuk Menyerah
Willy Haryono • 11 May 2026 06:27
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu, 10 Mei 2026, menegaskan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat bertujuan mempertahankan hak-hak Iran, bukan bentuk penyerahan diri.
“Jika ada pembicaraan dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur, melainkan untuk mengamankan hak-hak bangsa Iran dan membela kepentingan nasional secara kuat,” tegas Pezeshkian dalam pernyataan yang dikutip kantor berita pemerintah IRNA.
Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak akan tunduk kepada pihak yang dianggap sebagai musuh.
“Iran tidak akan pernah membungkuk di hadapan musuh,” ujarnya saat menghadiri pertemuan gugus tugas rekonstruksi kerusakan akibat perang AS-Israel terhadap Iran.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu guna membuka jalan bagi diplomasi menuju penyelesaian permanen konflik.
Baca juga: Presiden Iran sebut AS Hancurkan Kepercayaan dengan Serangan saat Negosiasi