Presiden AS Donald Trump akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026. (Anadolu Agency)
Gedung Putih Umumkan Agenda Pertemuan Puncak Trump-Xi Jinping di Beijing
Willy Haryono • 11 May 2026 11:12
Washington: Gedung Putih mengumumkan rencana pertemuan bilateral tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang akan berlangsung di Beijing pada Kamis, 14 Mei 2026.
Kunjungan diplomatik ini dilakukan di tengah periode sensitif akibat kompleksitas isu ekonomi serta meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah dan Eropa.
Pertemuan tersebut diprediksi menjadi momen penentu dalam arah hubungan internasional di masa depan. Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan bahwa Presiden Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada hari Senin malam.
Agenda intensif akan dimulai keesokan harinya dengan kunjungan ke situs bersejarah Temple of Heaven, yang dilanjutkan dengan upacara penerimaan resmi serta pertemuan bilateral pertama dengan Presiden Xi.
Isu Indo-Pasifik hingga Taiwan
Kelly menjelaskan diskusi akan berlanjut dalam sesi yang diperluas, termasuk jamuan makan siang kerja untuk membahas Komite Perdagangan dan Investasi serta penyelesaian perjanjian vital di sektor penerbangan, pertanian, dan energi.Terkait isu politik dan keamanan, seorang pejabat senior AS mengungkapkan bahwa kedua pemimpin akan berdiskusi secara jujur mengenai dukungan China terhadap Iran dan Rusia, yang dianggap Washington sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas global.
Trump diperkirakan akan memaparkan visi tegasnya mengenai konfrontasi dengan Republik Islam Iran, serta membahas isu Taiwan dan sensitivitas keamanan di Indo-Pasifik guna mencegah terjadinya konflik besar.
Pertemuan ini bertujuan memperjelas posisi Washington mengenai peran Tiongkok dalam perselisihan internasional saat ini, termasuk penegasan terkait pelanggaran sanksi internasional atau dukungan logistik militer kepada pihak-pihak yang memusuhi kepentingan Barat.
Ujian AS dan Tiongkok
Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Presiden Trump berniat mengundang Presiden Xi untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington pada akhir tahun ini.Fokus kebijakan AS saat ini diarahkan pada pembangunan kembali keamanan dan kemakmuran warga Amerika dengan mempertimbangkan realitas ekonomi serta keamanan saat ini secara rasional.
Washington menunjukkan keinginan untuk mencapai pemahaman realistis guna mengamankan kepentingan vitalnya dalam tatanan global yang terus berubah, sekaligus meninggalkan kebijakan penundaan yang dilakukan sebelumnya.
Pertemuan ini akan menjadi ujian bagi kemampuan kedua negara untuk berdampingan di tengah perbedaan yang mendalam. Fokus utama pasar global saat ini tertuju pada apakah diplomasi tingkat tinggi tersebut mampu meredam ketegangan perang dagang serta mendinginkan titik-titik konflik militer di berbagai belahan dunia.
Hal ini sejalan dengan agenda utama Trump dalam kunjungan ke Beijing, yakni memastikan stabilitas ekonomi global dan melindungi jalur perairan vital. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Tiongkok Lakukan Pertemuan dengan Menlu Iran Jelang Kunjungan Trump