Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dokumentasi/ istimewa.
Menguatkan Gizi dari Desa, Langkah Nyata Menuju Generasi Sehat
Deny Irwanto • 5 May 2026 15:45
Ogan Komering Ilir: Upaya memperkuat kualitas hidup masyarakat terus digerakkan hingga ke tingkat desa. Di Desa Suka Mulya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi bagi masa depan generasi.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat, tokoh lokal, serta pemangku kepentingan ini tidak sekadar menyampaikan program, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa pemenuhan gizi dapat dimulai dari lingkungan terdekat, dari keluarga dan desa.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menegaskan program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil.
"Program ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat. Kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa," kata Irma dalam keterangan pers, dikutip Selasa, 5 Mei 2026.
"Saya menekankan pentingnya pengawasan yang baik. Jika terdapat pelaksana yang tidak menjalankan tugas dengan baik, tentu akan ada evaluasi dan tindakan tegas, karena program ini menyangkut masa depan generasi bangsa," jelasnya.
.jpeg)
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, saat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dokumentasi/ istimewa.
Dalam pandangannya, Program MBG memiliki cakupan manfaat yang luas, mulai dari peningkatan kualitas gizi, dukungan terhadap pendidikan, hingga kontribusi pada pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan program dapat melibatkan potensi lokal, sehingga tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa.
"Program ini harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dengan melibatkan potensi lokal. Dengan begitu, selain meningkatkan gizi, kita juga membantu menggerakkan perekonomian desa," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk berperan aktif, mulai dari orang tua, guru, hingga tokoh masyarakat, agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Irma pun mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan bersama seluruh elemen masyarakat.
"Mari kita jaga bersama pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik," ujarnya.