Ilustrasi. Foto: Freepik.
Turun Hampir 2%, Ini Sentimen yang Menekan Bitcoin
Eko Nordiansyah • 24 September 2026 09:30
New York: Bitcoin turun pada Rabu, 23 September 2026, karena sentimen terhadap aset berisiko tertekan oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury), meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, serta kenaikan harga minyak akibat memudarnya harapan akan kemajuan diplomatik antara Washington dan Teheran.
Setelah reli hampir tujuh persen pada Senin dan sempat menembus angka USD87.300, bitcoin kini telah melepaskan sebagian keuntungannya. Meski demikian, investor tetap optimistis mengenai proses regulasi kripto, terlepas dari kegagalan Clarity Act untuk lolos di Kongres baru-baru ini.
Dikutip dari Investing, Kamis, 24 September 2026, mata uang kripto terbesar di dunia ini terakhir tercatat turun 1,7 persen ke level USD84.652,1.
Kenaikan imbal hasil dan harga minyak
Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak pada hari Rabu di tengah meningkatnya kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Oktober. Pergerakan ini dipicu oleh data ekonomi AS yang menunjukkan aktivitas kuat.Seminggu setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan mengisyaratkan pengetatan lebih lanjut tahun ini, laporan terbaru S&P Global mengenai aktivitas bisnis AS kembali mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.
Menurut S&P Global, aktivitas bisnis AS meningkat pesat selama empat bulan berturut-turut pada bulan September, mencatatkan laju pertumbuhan tercepat sejak Juli 2021. Kenaikan yang signifikan pada output sektor jasa maupun manufaktur mendorong lonjakan utama tersebut.
Pada saat yang sama, rata-rata biaya input untuk barang dan jasa melonjak pada September, dan tingkat inflasi keseluruhan mencapai angka tertinggi sejak Oktober 2022. Biaya bahan bakar dan transportasi yang lebih tinggi menjadi faktor pendorong utamanya.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Kombinasi antara ekonomi yang kuat dan tekanan harga yang meningkat biasanya mengisyaratkan bank sentral akan menaikkan suku bunga. Alat CME FedWatch mencerminkan hal serupa, di mana probabilitas Federal Open Market Committee (FOMC) akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin pada Oktober meningkat menjadi sekitar 68 persen dari sebelumnya sekitar 55 persen pada hari sebelumnya. Lingkungan suku bunga tinggi cenderung membebani aset spekulatif seperti mata uang kripto.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun yang menjadi acuan melonjak 16,8 basis poin dan ditutup pada level 5,116 persen pada hari Rabu, sebuah level yang belum pernah terlihat sejak Juli 2007.
Sentimen risiko juga terbebani oleh berakhirnya tren penurunan harga minyak selama lima hari berturut-turut. Kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, naik 4,3 persen dan ditutup pada level USD103,50 per barel, seiring memudarnya harapan akan kemajuan diplomatik antara AS dan Iran.
Sehari setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato keras di Sidang Umum PBB, Presiden Iran Masoud Pezeshkian membalas dengan pidato yang tak kalah sengit. Pezeshkian menyatakan Iran telah menjadi korban terorisme dan menegaskan negaranya tidak akan pernah menundukkan kepala ataupun bertekuk lutut.
"Tuan Trump dan pihak-pihak yang ingin menindas kami harus memahami Iran siap untuk berdialog, berdiplomasi, dan bernegosiasi, tanpa mau menerima bahasa kekerasan," ujar presiden Iran tersebut.
Harapan akan kemajuan diplomatik sempat menguat pada Selasa setelah Trump mengonfirmasi perwakilannya telah berbicara dengan delegasi Iran selama tiga jam dan menyebut pertemuan itu sangat baik.
Namun, pada Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedikit meredam optimisme tersebut dengan menyatakan ia tidak menganggap pembicaraan itu sebagai terobosan besar, melainkan lebih sebagai kelanjutan dari percakapan yang telah terjadi sebelumnya.
Para pengamat geopolitik juga menyoroti kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Washington yang dimulai pada Rabu; ini merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.
Meningkatnya arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot
Di luar isu imbal hasil obligasi dan harga minyak, arus masuk modal ke ETF Bitcoin spot melonjak tajam minggu ini, seiring langkah investor institusional untuk kembali masuk ke pasar di tengah pemulihan harga kripto.Data dari agregator SoSoValue menunjukkan bahwa ETF spot mencatatkan arus masuk sebesar USD1,71 miliar sepanjang minggu ini, yang merupakan kinerja mingguan terbaik sejak akhir Agustus. Pasar kripto juga mendapat sentimen positif setelah perusahaan pemegang Bitcoin terbesar, Strategy, mengungkapkan pembelian tambahan koin tersebut minggu ini.
Tren ini mengindikasikan pulihnya kepercayaan investor institusional terhadap Bitcoin, bahkan di tengah sorotan terhadap Clarity Act, gagal lolos di Kongres pada awal September.
Namun, kegagalan tersebut diimbangi oleh pengumuman pengecualian dari Securities and Exchange Commission (SEC) yang mengizinkan penawaran saham dalam bentuk token (tokenized stocks) di jaringan blockchain. Para pendukung kripto menyambut baik langkah ini, mengingat hal tersebut membuka peluang bagi integrasi teknologi blockchain yang lebih luas ke dalam sistem keuangan tradisional.
Di sisi lain, Bursa Efek New York (NYSE) dan bursa kripto Blockchain.com pada hari Rabu mengumumkan rencana mereka untuk menjajaki pembuatan token berbasis blockchain yang merepresentasikan saham-saham yang terdaftar di bursa AS.
Langkah ini menjadi upaya terbaru dari bursa besar untuk memanfaatkan tren tokenisasi yang sedang berkembang, dengan token digital diciptakan untuk mewakili atau melacak aset seperti saham dan obligasi.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan menjajaki penjualan token yang dikaitkan dengan saham dan ETF yang terdaftar di NYSE, meskipun mereka belum mengungkapkan pasar mana yang akan menjadi lokasi peluncuran produk tersebut. Blockchain.com menggambarkan kemitraan ini sebagai langkah strategis kedua belah pihak dalam menyikapi arah perkembangan pasar modal.
Harga kripto lain ikut turun mengikuti bitcoin
Harga kripto secara umum cenderung turun pada hari Rabu, mengikuti pergerakan bitcoin. Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, turun 2,2 persen menjadi USD2.692,05, sementara XRP melemah empat persen.Kinerja altcoin jauh lebih baik dibandingkan Bitcoin dalam sesi perdagangan terakhir, mengingat pengecualian tokenisasi saham oleh SEC diperkirakan akan menarik lebih banyak modal ke jaringan altcoin dibandingkan ke Bitcoin.
BNB dan Solana masing-masing turun 2,4 persen dan 2,5 persen, sementara Cardano melemah 5,3 persen. Di kategori memecoin, Dogecoin turun 7,3 persen dan $TRUMP anjlok 11,1 persen.