Bisnis Miniatur Kereta Beromzet Puluhan Juta, Sukses Diburu Railfans

Iskandar saat membuat miniatur kereta di lapaknya. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Bisnis Miniatur Kereta Beromzet Puluhan Juta, Sukses Diburu Railfans

Metro TV • 21 September 2026 23:41

Jakarta: Bisnis miniatur kereta mungkin jarang dilirik, bahkan diketahui orang awam. Namun, diam-diam bisnis ini menjanjikan omzet puluhan juta per bulannya.

Salah satu pelaku bisnis ini adalah Iskandar, 55, yang melapak di sekitar kawasan Stasiun Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Iskandar bukan pemain baru di dunia ini. Dia telah menjajaki bisnis selama 11 tahun. Setidaknya dalam sebulan, dia bisa meraup omzet hingga Rp20 juta dengan keuntungan bersih mencapai Rp10 juta. 

“Ya sekarang ini paling enggak Rp20 (juta) ada. Bersihnya Rp10 (juta) lah,” ujar Iskandar kepada Metrotvnews.com di lokasi, Senin, 21 September 2026.

Jumlah ini terbilang kecil daripada sebelum pandemi covid-19. Iskandar menuturkan di masa covid-19, omzetnya bisa menembus Rp30 juta. Banyaknya pengrajin miniatur kereta mulai merambah menjadi salah satu kemungkinan menurunnya omzet Iskandar. 

Sejauh ini, seluruh pekerjaan mulai merakit dan memasarkannya seorang diri. Iskandar hanya sesekali membutuhkan jasa satu sampai dua orang untuk membantunya mendesain stiker jika ada model kereta keluaran terbaru.

“Paling kalau butuh ini (stiker) doang saya butuh buat desain kalau ada kereta baru. Sisanya ya saya sendiri,” kata Iskandar.

Iskandar saat membuat miniatur kereta di lapaknya. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina

Setidaknya dalam sehari, dia mampu membuat empat sampai lima kereta. Dia menuturkan kereta-kereta buatannya paling lama hanya bertahan dua hari di toko. Ketika selesai memproduksi dan mengunggahnya akun media sosial, para railfans akan langsung menyerbu kereta buatan tangannya. 

“Sehari sih (buat) empat sampai lima (miniatur kereta) lah. Itu kalau saya buat status (media sosial) langsung orang ‘mau yang ini ya Pak, jangan dijual ke orang’ gitu,” tutur Iskandar. 

Paling banyak dalam satu bulan Iskandar pernah menerima hingga 150 pesanan kereta dari pelanggannya. Para pelanggan berasal dari berbagai daerah hingga di luar DKI Jakarta, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Miniatur keretanya bahkan pernah dilirik warga Jerman yang berkunjung ke Indonesia. 

Bisnis miniatur kereta Iskandar berawal dari anak keduanya yang merupakan railfans (sebutan untuk penyuka kereta api). Kala itu anaknya berkeinginan memiliki mainan kereta.

“Awalnya karena anak pas kecil minta dibuatin (miniatur) kereta begini. Terus tetangga pada minta dibuatin, lama-lama orang beli. Ya udah saya keluar kerja dan jadi ini (pembuat miniatur kereta),” tutur Iskandar.

Tak butuh waktu lama, Iskandar yang sebelumnya bekerja di industri pembuatan dummy product tiga dimensi telah memiliki bekal yang cukup. Tangannya terlebih dulu terlatih membuat berbagai kriya, sehingga pekerjaan merakit miniatur kereta tak sulit dilakoninya.

"Memang suka buat-buat gini sih, karena dulu pas sekolah perhotelan nongkrongnya sama anak seni. Awalnya (bikin) gelang, terus bikin gantungan kunci, ikut-ikut gitu kan, akhirnya bikin pahat-pahat,” tutur Iskandar.

(Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)