Tampak depan Stasiun Samarang NIS pada 1867 (Dokumentasi/ Wikipedia)
Ada Sejak 1864, Ini Jalur Pertama Kereta Api yang Dibuat di Indonesia
Achmad Zulfikar Fazli • 21 September 2026 13:32
Jakarta: Jalur kereta api di Indonesia telah dibangun sejak zaman Hindia Belanda. Lokasi pertama berada di Kemijen, Semarang, yang terhubung ke Tanggung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan panjang 26 kilometer.
Sejarah jalur kereta api pertama di Indonesia bermula dari kebutuhan pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk mempercepat mobilisasi hasil bumi dan kepentingan militer. Jalur pertama ini didanai pihak swasta dan menjadi cetak biru transportasi modern di Nusantara.
Sebelum rel diletakkan, wacana perkeretaapian sudah digulirkan sejak 1840-an untuk mengangkut hasil sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Pada 1862, perusahaan swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) mendapatkan konsesi resmi dari Pemerintah Kolonial Belanda untuk membangun jalur kereta api pertama yang menghubungkan Semarang dengan wilayah Vorstenlanden (Solo dan Yogyakarta).
Pembangunan fisik secara resmi dimulai pada Jumat, 17 Juni 1864. Pencangkulan pertama dipimpin langsung Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele, di Desa Kemijen, Semarang. Lokasi ini ditetapkan sebagai kilometer 0, tempat berdirinya Stasiun Samarang. Pembangunan proyek dipimpin seorang insinyur, Ir. J.P. de Bordes.
Peresmian Jalur Pertama
Setelah tiga tahun pengerjaan, ruas pertama dari jalur Semarang–Vorstenlanden selesai. Pada 10 Agustus 1867, jalur kereta api rute Kemijen (Stasiun Samarang) menuju Tanggung resmi dibuka untuk umum.
Kereta perdana melayani penumpang dengan tarif berkisar antara 0,45 hingga 3 gulden tergantung kelas. Pada awalnya, jalur ini menggunakan lebar sepur (jarak antarrel) 1.435 mm, yang nantinya disesuaikan menjadi 1.067 mm (lebar standar di Indonesia saat ini).
Persimpangan dan Keunikan Jalur
Salah satu keunikan utama dari Stasiun Kemijen adalah keberadaan Persilangan Sebidang Kemijen. Di lokasi ini, terjadi persilangan antara jalur rel milik NIS yang memiliki lebar sepur (gauge) 1.435 mm dengan jalur milik Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang memiliki lebar sepur 1.067 mm.
.jpg)
NIS 1, lokomotif pertama di Indonesia, mulai bertugas, Semarang, 22 Juni 1865. (tjahjonorailway.blogspot.com)
Persilangan ini dianggap sebagai salah satu kerumitan teknis perkeretaapian yang langka pada masanya, di mana dua perusahaan berbeda dengan standar lebar rel yang berbeda saling bersinggungan di satu titik koordinat.
Dinonaktifkan Akibat Penurunan Fungsi Jalur
Stasiun yang terletak di Kampung Spoorlaan (sekarang kawasan Tambaksari) itu dinonaktifkan bertahap seiring dengan penurunan fungsi jalur lama dan seringnya kawasan tersebut terendam banjir rob yang merusak infrastruktur rel. Bangunan asli stasiun sudah tidak tersisa dan area di sekitarnya telah tertutup pemukiman padat penduduk serta mengalami peninggian lahan akibat sedimentasi dan banjir.
Meskipun fisiknya telah hilang, nama Kemijen tetap abadi dalam catatan sejarah sebagai saksi bisu lahirnya transportasi rel di Indonesia.