Kerusakan akibat serangan drone Ukraina di Rusia. (Anadolu Agency)
Moskow Hadapi Serangan Drone Terbesar dalam Lebih dari Setahun, 4 Orang Tewas
Willy Haryono • 17 May 2026 18:48
Moskow: Sedikitnya empat orang tewas dalam serangan besar-besaran drone Ukraina yang menghantam sejumlah wilayah Rusia, termasuk Moskow, pada Minggu, 17 Mei 2026.
Dilansir dari India Today, serangan tersebut disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar yang pernah diarahkan ke ibu kota Rusia dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Otoritas Rusia melaporkan tiga korban tewas berada di wilayah Moskow, sementara satu korban lainnya meninggal di wilayah Belgorod.
Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan seorang perempuan tewas setelah sebuah rumah di kawasan Khimki, utara Moskow, terkena hantaman drone.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap satu orang lain yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan. Dua korban lainnya dilaporkan tewas di Desa Pogorelki, Distrik Mytishchi.
Vorobyov menambahkan sejumlah gedung apartemen dan fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Rusia Tembak Jatuh Ratusan Drone
Menurut kantor berita TASS yang mengutip Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan 81 drone yang mengarah ke Moskow sejak tengah malam.Jumlah itu menjadikan serangan kali ini sebagai serangan drone terbesar ke ibu kota Rusia dalam lebih dari setahun terakhir.
Sobyanin menyebut sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka, sebagian besar berada di sekitar area kilang minyak Moskow. Ia menegaskan fasilitas teknologi utama kilang tersebut tidak mengalami kerusakan.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh total 556 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia sepanjang malam hingga Minggu pagi.
Bandara terbesar Rusia, Sheremetyevo, juga melaporkan serpihan drone jatuh di area bandara, meski tidak menyebabkan kerusakan maupun gangguan operasional besar.
Serangan ini menambah eskalasi baru dalam konflik Rusia-Ukraina yang terus berlangsung sejak 2022.
Baca juga: Rusia Luncurkan Serangan Ratusan Drone ke Wilayah Ukraina