Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Kemenkes dr. Andi Saguni. (tangkapan layar)
Ratusan Nakes Sudah Divaksin Campak, Kemenkes Pastikan Terus Bertambah
Lukman Diah Sari • 10 April 2026 16:42
Jakarta: Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis di Indonesia, telah menerima imunisasi campak yang digelar serentak rumah sakit umum dan pusat, di 14 provinsi, hari ini, Jumat, 10 April 2026. Program ini menjadi langkah pemerintah untuk melindungi nakes dan medis dari risiko penularan campak.
"Ini merupakan kick-off yang mewakili rumah sakit umum pusat dan RSUD di 14 provinsi. Pelaksanaan dilakukan secara serentak dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh tenaga kesehatan tercakup," ungkap Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Kemenkes dr. Andi Saguni, dalam zoom meeting, Update Penting Situasi Campak di Indonesia, dipantau Jumat, 10 April 2026.
Andi mengungkap sudah 565 nakes, termasuk tenaga medis yang telah menerima imunisasi campak. Dia memastikan jumlah tersebut terus bertambah.
"Hingga seluruh tenaga kesehatan terlindungi," upap Andi.
Kick-Off Imunisasi Campak Nakes dan Medis
Direktur Utama RS Adam Malik, Sumatra Utara, dr Zainal Safri, mengatakan kasus campak masih ditemukan di fasilitas layanan kesehatan. Di rumah sakitnya, tercatat enam kasus sejak awal April 2026, melanjutkan tren yang terjadi pada 2025.“Penanganan ini sangat penting dan harus dilakukan di seluruh Indonesia. Kami menyambut baik imunisasi bagi tenaga medis karena riwayat vaksinasi sebelumnya belum tentu optimal,” ujar Zainal.
Pihaknya telah menerima 16 vial vaksin Measles Rubella (MR) dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Sumatra Utara. Vaksin tersebut digunakan untuk 160 tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Pelaksanaan serupa juga dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Sumatra Selatan, dengan menyasar 100 tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga residen. Rumah sakit tersebut bahkan menyiapkan layanan hotline 24 jam bagi masyarakat yang mengalami gejala campak.

Ilustrasi campak. (Freepik)
Tenaga medis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang menyambut positif program ini. Mereka menilai imunisasi memberikan perlindungan tambahan di tengah meningkatnya kasus campak di lingkungan rumah sakit.
Selanjutnya, di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur, sebanyak 45 tenaga kesehatan telah menerima vaksin. Dirut RSPON dr. Adin Nulkhasanah mengucapkan terima kasih kepada Kemenkes, lantaran pihaknya telah diberikan vaksinasi campak.
"Kami juga berisiko terkena campak, sehingga dengan vaksin ini kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Adin.
Salah satu dokter penerima vaksin di RSPON, dr Reza, mengaku dengan adanya imunisasi campak makan pihaknya merasa lebih terlindungi. Dengan begitu, bisa melayani pasien secara optimal.
"Saya mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk ikut vaksinasi demi melindungi diri sendiri dan rekan kerja. Tidak ada KIPI, aman," ungkap Reza.
Sementara itu, RSUD Kota Bandung melaksanakan imunisasi terhadap 160 tenaga kesehatan. Khusunya dari unit berisiko tinggi seperti IGD, ICU, dan PICU."Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Kementerian Kesehatan dalam memberikan imunisasi campak. Risiko paparan di IGD cukup tinggi, sehingga vaksinasi ini sangat melindungi kami sebagai tenaga kesehatan dan juga masyarakat," ujar dokter internship RSUD Kota Bandung, dr Rizki.

Ilustrasi campak. Foto: Shutterstock.
Peningkatan kasus juga dilaporkan RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, yang mencatat lonjakan kasus campak sejak 2025. Tahap awal vaksinasi di rumah sakit tersebut menyasar 50 tenaga kesehatan dan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pegawai tercakup.
Hal senada disampaikan RSUP Makassar, Sulawesi Selatan, melalui dr Andi Emiral Sp. A, bahwa pihaknya telah mengantongi persetujuan untuk menerima 100 vial vaksin campak. Pihaknya pun siap mendukung program imunisasi untuk tenaga kesehatan dan medis.
"Saya pribadi bersama teman-teman mengucapkan terima kasih atas terlaksanaka kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami tenaga medis dan nakes, mengingat tingginya angka penyakit campak dan tingginya risiko," jelas dia.
Menutup zoom meeting tersebut, Andi mengapresiasi rumah sakit yang telah melakukan imunisasi kepada nakes maupun tenaga medis. Pihaknya berharap agar nakes dan tenaga medis terlindungi dari penyakit campak.
"Kami berharap bahwa pemberian imuniasi MR ke nakes dan medis dengan kasus tertinggi dimulai hari ini, dapat melindungi nakes dan medis dari campak, dan dapat menanggulangi campak di indonesia," ujar Andi.