Raup Laba Bersih Rp1,05 Triliun, Jamkrindo Perluas Dukungan UMKM dan Koperasi

Ilustrasi. Foto: dok Jamkrindo.

Raup Laba Bersih Rp1,05 Triliun, Jamkrindo Perluas Dukungan UMKM dan Koperasi

Husen Miftahudin • 9 April 2026 15:06

Jakarta: PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG) mencatatkan kinerja keuangan yang tetap resilien sepanjang 2025, didukung oleh strategi bisnis yang adaptif dan pengelolaan risiko yang prudent di tengah dinamika industri penjaminan.

Jamkrindo pada tahun lalu tercatat membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,28 triliun dengan laba bersih Rp1,05 triliun. Kondisi ini mencerminkan konsistensi kinerja operasional perusahaan.

Plt. Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menegaskan komitmen Jamkrindo untuk terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas penjaminan, serta penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan nasional. Upaya ini juga didukung oleh transformasi berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta optimalisasi model bisnis.

"Di tengah dinamika industri, Jamkrindo tetap menjaga kinerja yang resilien melalui penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan risiko yang disiplin. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan," ujar Abdul Bari, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Abdul Bari menambahkan, Jamkrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Jamkrindo ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses pembiayaan dan dapat berkembang secara berkelanjutan melalui layanan penjaminan.

"Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan ekosistem penjaminan, serta penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing," tegas dia.
 

Baca juga: Siap-siap! Cinema XXI Tebar Dividen Rp980 Miliar, Hampir 100% Laba Dibagikan
 

Cetak total aset Rp30,86 triliun


Adapun dari sisi struktur keuangan, Jamkrindo mencatatkan total aset sebesar Rp30,86 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp13,84 triliun, mencerminkan fondasi permodalan yang kuat dalam mendukung ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan. Sementara imbal jasa penjaminan bruto tercatat sebesar Rp 7,12 triliun.

Di sisi lain, sejalan dengan dinamika perekonomian dan industri keuangan, peningkatan aktivitas penjaminan turut diikuti dengan kenaikan beban klaim bruto menjadi Rp6,6 triliun. Meski demikian, Jamkrindo tetap mampu menjaga kinerja secara keseluruhan dengan fundamental yang kuat dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Dari sisi pencapaian operasional, sepanjang 2025, volume penjaminan Jamkrindo mencapai Rp247,57 triliun, menunjukkan skala bisnis yang kuat dan kontribusi terhadap sektor produktif nasional. Jamkrindo telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku UMKM serta koperasi.


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Dampingi dan berdayakan UMKM-koperasi


Tidak hanya melalui penjaminan, sambung Abdul Bari, Jamkrindo juga aktif melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM serta koperasi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing.

Program pendampingan dilakukan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta penguatan akses pasar bagi pelaku usaha, termasuk kelompok perempuan dan penyandang disabilitas sehingga mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha.

Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat, antara lain melalui program pemberdayaan UMKM, pelatihan kewirausahaan, serta inisiatif peningkatan kesejahteraan komunitas. Program ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.

"Kami yakin bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin memastikan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing, dan tumbuh secara mandiri," papar Abdul Bari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)