Ilustrasi. Foto: dok Cinema XXI.
Siap-siap! Cinema XXI Tebar Dividen Rp980 Miliar, Hampir 100% Laba Dibagikan
Ade Hapsari Lestarini • 7 April 2026 17:17
Jakarta: Pemegang saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp980 miliar atau Rp12 per saham, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp5 per saham yang telah dibayarkan pada 28 November 2025. Sementara sisa dividen sebesar Rp7 per saham akan dibayarkan pada 28 April 2026.
Dividen tunai emiten berkode saham CNMA terdiri dari Rp8,63 per saham yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan 99,98 persen laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Serta ditambah Rp3,37 per saham yang dialokasikan dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Pembagian dividen tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 pada Senin, 6 April 2026 di Jakarta, yang menyetujui sejumlah agenda penting, termasuk penggunaan laba bersih Perseroan, serta beberapa keputusan strategis untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
Rapat juga memberikan persetujuan atas pengalihan Saham Hasil Pembelian Kembali (treasury shares) melalui mekanisme distribusi secara proporsional kepada para pemegang saham. Rasio pembagian ditetapkan sebesar 50:1, dengan setiap pemegang 50 lembar saham CNMA akan menerima satu lembar Saham Hasil Pembelian Kembali. Pendistribusian saham tersebut dijadwalkan akan terlaksana pada 28 April 2026.
Baca Juga :
Intip 5 Saham dengan Dividen Yield Terbesar
Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan sehubungan dengan pengunduran diri Mohammad Noor Rachman Soejoeti dari jabatannya sebagai Komisaris Independen. Susunan Direksi dan Dewan Komisaris selengkapnya adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama: Suryo Suherman.
Direktur: Arif Suherman.
Direktur: Tri Rudy Anitio.
Direktur: Dody Suhartono.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Ongki Wanadjati Dana.
Komisaris: Melia Suherman.
Komisaris: Harris Lasmana.
Komisaris: Sacheen Harris Lasmana.
Komisaris Independen: Ariani Vidya Sofjan.
Komisaris: Edwin Surya Winarta.

"Dengan dukungan pemegang saham serta penguatan tata kelola perusahaan, kami optimistis Cinema XXI dapat terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri film nasional," ungkap Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman, dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.
RUPST juga telah menyetujui Laporan Tahunan Perseroan serta pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sepanjang 2025, Cinema XXI mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun, meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,7 triliun. Perseroan juga membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp776,2 miliar dengan EBITDA mencapai Rp1,8 triliun.
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja, Cinema XXI terus memperluas jangkauan operasional. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan mengoperasikan 267 bioskop dengan total 1.388 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia. Ekspansi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman menonton film berkualitas.
Selain agenda-agenda di atas, RUPST Cinema XXI tahun buku 2025 juga menyetujui:
- Penunjukan Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk audit tahun buku 2026 melalui kewenangan Dewan Komisaris dengan rekomendasi Komite Audit.
- Pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan bagi Direksi serta Dewan Komisaris sesuai rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi.
- Laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum hingga 31 Desember 2025 sebesar Rp2,0 triliun, di mana sebesar Rp1,2 triliun digunakan untuk pengembangan dan ekspansi jaringan bioskop, Rp500 miliar untuk pelunasan pokok utang bank dan Rp320 miliar untuk modal kerja.
- Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha sesuai dengan PP No. 28/2025 dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025.