Personel UNIFIL berpatroli di Lebanon. (Anadolu Agency)
RI Diminta Desak PBB Lakukan Investigasi Menyeluruh atas Serangan terhadap UNIFIL
Dimas Chairullah • 7 April 2026 21:06
Jakarta: Serangan terhadap markas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon pada akhir Maret lalu telah memicu kekhawatiran atas keselamatan para personelnya, termasuk prajurit TNI, yang tengah bertugas di wilayah tersebut.
Dua insiden serangan tersebut telah menewaskan tiga personel TNI dan melukai beberapa lainnya.
Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.
Rezasyah mengapresiasi respons cepat pemerintah, khususnya langkah tegas yang telah disampaikan Menteri Luar Negeri RI dan Duta Besar RI untuk PBB. Namun, ia menilai upaya tersebut perlu diikuti tekanan diplomatik berkelanjutan dari negara-negara penyumbang pasukan.
"Indonesia dan sesama anggota UNIFIL perlu terus mendesak agar dilakukan investigasi yang komprehensif dan menyeluruh," kata Rezasyah kepada Metrotvnews.com, Selasa, 7 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya langkah geopolitik yang lebih konkret dengan membawa isu keselamatan pasukan penjaga perdamaian ke tingkat tertinggi di PBB.
Menurutnya, dorongan tersebut tidak hanya terkait insiden di Lebanon, tetapi juga harus mencakup evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pasukan baret biru di berbagai wilayah konflik.
"Indonesia perlu menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal PBB mengenai pentingnya evaluasi seluruh misi perdamaian, termasuk bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mengancam keselamatan pasukan," ujarnya.
Baca juga: TNI Gugur Diserang Zionis, Desak PBB Investigasi