Ilustrasi Whoosh. Foto: dok KCIC.
Restrukturisasi Utang Whoosh Hampir Selesai, Ini Penjelasan Danantara
Ade Hapsari Lestarini • 23 April 2026 16:19
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani mengungkapkan skema restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh saat ini tengah berada dalam tahap penyempurnaan (fine-tuning).
"Skemanya ini sedang di fine-tuning, ya. Tetapi nanti disampaikan langsung Pak Menko Infra (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono)," kata Rosan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Saat disinggung mengenai potensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam skema pembayaran utang tersebut, Rosan enggan untuk memberikan tanggapan.
Ia mengatakan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang akan memberikan detil lebih lanjut terkait hal tersebut.
"Nanti, nanti disampaikan langsung, ya," ujar dia singkat.
Ilustrasi Gedung Wisma Danantara. Foto: dok Danantara.
Penyelesaian utang Whoosh telah didiskusikan bersama pemerintah Tiongkok
Lebih jauh, Rosan mengatakan pembicaraan terkait upaya penyelesaian utang Whoosh pun telah didiskusikan bersama pemerintah Tiongkok.
"Waktu itu sudah meeting oleh Pak Menko Infra, Pak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), dan juga kami (Danantara). Solusinya sudah ada, dan itu akan ditindaklanjuti oleh tim untuk bicara dengan pihak Tiongkok," kata Rosan.
"Solusinya sudah ada dan kemarin kita juga sudah sounding. Insya Allah ini bisa selesai," ujar pria yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM itu menambahkan.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengungkapkan restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung.
"Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan," ujar dia di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Pemerintah juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada pemerintah Tiongkok. Langkah ini ditempuh untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan antara kedua negara.
"Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan Tiongkok. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan Tiongkok. Kan saya bilang ke Menteri Keuangan Tiongkok sudah diputuskan, tinggal diumumkan," kata Purbaya.