Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)
Kremlin: Mundurnya Starmer Tak Akan Perbaiki Hubungan Rusia-Inggris
Muhammad Reyhansyah • 22 June 2026 21:50
Moskow: Kremlin menyatakan pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tidak akan membawa perbaikan berarti dalam hubungan antara Rusia dan Inggris.
Dalam konferensi pers di Moskow, Senin, 22 Juni 2026, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Starmer tidak akan dikenang di Rusia karena upaya memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.
“Ada banyak pertanyaan mengenai apakah situasi akan membaik setelah dirinya. Namun, kecil kemungkinan ada tokoh di panggung politik Inggris yang memiliki posisi berbeda secara signifikan dari Keir Starmer terkait hubungan bilateral kami,” kata Peskov, dikutip dari Anadolu.
Dalam kesempatan yang sama, Peskov juga menyinggung serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Ia mengatakan pemerintah tengah berupaya mengurangi dampak serangan tersebut dan memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan setelah otoritas Rusia mengumumkan pembatasan penjualan bahan bakar di sejumlah stasiun pengisian, dengan pasokan di beberapa wilayah untuk sementara diprioritaskan bagi layanan publik dan operasi penting negara.
Menurut Peskov, pemerintah terus berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan minyak untuk mengatasi situasi tersebut.
Ia juga mengonfirmasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko berencana menggelar pertemuan dalam waktu dekat.
Pertemuan itu disebut dapat menjadi kesempatan untuk membahas pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang dianggap mengancam Belarus.
Peskov menyebut pernyataan Zelensky sebagai bentuk campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dan menegaskan Rusia tidak meragukan kemampuan Belarus menjaga kedaulatannya.
Selain itu, Peskov mengungkapkan telah terjadi komunikasi antara pihak Rusia dan Serbia terkait masa depan perusahaan minyak Serbia NIS, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh perusahaan energi Rusia, Gazprom.
Ia mengatakan pembicaraan tersebut bersifat komersial dan menolak mengungkapkan rincian lebih lanjut. Aset-aset Rusia yang terkait dengan NIS saat ini menghadapi tekanan akibat sanksi Amerika Serikat terhadap pemegang saham Rusia di perusahaan tersebut.
Baca juga: Mengenal Andy Burnham, Politikus Partai Buruh yang Berpotensi Gantikan Keir Starmer